Jakarta, Aktual.com – Kabar mengejutkan datangnya dari Yudi Latif dimana ia melepas jabatannya sebagai Ketua BPIP. Menyikapi hal itu pengamat politik Indonesian Public Institute (IPI) Jerry Massie menilai, keluarnya Yudi punya pengaruh dimana Pancasila saat ini lagi di blow up media-media.

“Memang ini tindakan yang mengejutkan, bagi saya masalah anggaran salah satu faktor penyebab utama Yudi mundur dari jabatanya. Harusnya pak presiden jeli apalagi di lembaga BPIP merupakan pilar terdepan. Entah ada faktor internal lain, tapi bagi saya ini punya dampak yang besar apalagi saat ini memasuki tahapan Pilpres,” kata dia melalui siaran persnya yang diterima redaksi, Minggu (10/6).

Setidaknya, tutur dia presiden menggangarkan dana yang lebih bagi BPIP melalui APBN. “Budget atau cost Rp 7 miliar memang agak kurang jika mengurus pancasila di 34 provinsi,” kata dia.

“Anggaran untuk pengembangan pancasila memang sebesar itu sangat minim atau no balance. Disaat Megawati dianggarkan gaji Rp 112 juta harusnya di berikan bagi kegiatan BPIP,” ujar dia menambahkan.

Lebih lanjut Jerry berpendapat, presiden harus bijak dalam menyikapi persoalan ini, BPIP harus tetap dioptimalkan, go ahead and move on. Mundurnya Judi Latif sudah tepat disaat anggaran tak memadai.