Jakarta, aktual.com – Warga Kampung Melayu yang berdomisili di sepanjang bantaran Sungai Ciliwung diimbau untuk siaga terkait masih tingginya curah hujan di kawasan hulu Kabupaten Bogor Jawa Barat.

“Tadi malam (25/4) kami dengar kabar ketinggian Katulampa sudah 230 centimeter,” kata Surya, ketua RT 009 RW 001 Kelurahan Kebun Baru Kecamatan Tebet, Jumat (26/4).

Dia mengatakan karena Sungai Ciliwung di Kampung Melayu sudah penuh oleh air dan akan mendapat kiriman air dari Bogor, maka akan berpotensi banjir.

Saat ini ketinggian air sudah di atas garis tanda aman, sebelumnya di bawah garis tanda aman.

Menyusul naiknya air Sungai Ciliwung di Kampung Melayu, warga sudah diminta untuk waspada namun jangan panik terlebih dahulu.

Warga sudah diimbau melalui Grup Whatsapp RT dan RW, jika air semakin naik maka warga akan diimbau melalui masjid untuk memindahkan barang-barang.

Biasanya jika terendam banjir, air akan surut dalam 2 sampai 3 hari.

“Sampah ini kiriman karena di Bogor curah hujan sedang tinggi sehingga daerah aliran sungai di sekitar Bogor tergerus”, kata Richard Kepala Satuan Pelaksana Sarana dan Pra-sarana badan UPK Air Dinas Lingkungan Hidup.

“Sekitar 80 persen sampah yang ada merupakan batang pohon dan bambu,” kata Richard.

Dia mengatakan sampah ini sudah menyangkut di Kampung Melayu sejak pagi tadi.

Dia menambahkan petugas sudah mengangkut sampah sebanyak 15 truk besar dan 10 truck kecil. Sampah-sampah ini nantinya akan dikirim ke Bantar Gebang.

Sebanyak 50 orang petugas diturunkan untuk mengeluarkan sampah-sampah tersebut dari Sungai Ciliwung di Kampung Melayu.

Ant.

(Zaenal Arifin)