Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan saat akan melakukan rapat pimpinan majelis tinggi Partai Demokrat di Kediaman Ketua Umum DPP Susilo Bambang Yudhoyono, di Mega Kuningan, Jakarta, Senin (9/7/2018). Pertemuan tersebut membahas tiga agenda, pertama bahas DPR RI, kedua gubernur wakil gubernur dan ketiga capres dan cawapres. AKTUAL/Tino Oktaviano

Jakarta, Aktual.com – Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat Syarief Hasan mengatakan partainya enggan terburu-buru menentukan sikap politik, apakah masuk dalam pemerintahan atau menjadi partai oposisi.

“Perjalanan masih panjang, hingga Oktober 2019, karena setelah pelantikan anggota DPR 2019-2024, masih ada ruang komunikasi,” kata Syarief dalam diskusi bertajuk “Peta Politik Paska-putusan MK” di Jakarta, Sabtu (29/6).

Dia mengatakan masih ada waktu bagi Demokrat untuk menganalisa secara internal dan keuntungan untuk membangun bangsa ke depan.

Menurut dia, Demokrat belum memikirkan posisi mana yang lebih menggiurkan, apakah di dalam atau di luar pemerintahan karena partainya sudah merasakan di dalam dan di luar pemerintahan.

“Kami berpengalaman 10 tahun menjadi partai pemenang Pemilu dan pada 2014-2019 di luar pemerintahan. Kami cukup nyaman di posisi mana pun,” ujarnya.

Syarief mengatakan di mana pun posisi Demokrat, yang terpenting pemerintahan ke depan diharapkan bisa menjalankan 14 program prioritas yang pro-rakyat.

Menurut dia, kalau 14 program itu dijalankan maka hal itu sangat membanggakan bagi Demokrat.

(Abdul Hamid)