Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto berbicara saat menghadiri Indonesia Economic Forum di Jakarta, Rabu (21/11). Dalam kesempatan tersebut Prabowo menyampaikan Paket Kebijakan Ekonomi XVI yang dikeluarkan pemerintahan Presiden Joko Widodo, memberikan peluang besar kepada pihak asing untuk masuk dan menguasai 28 sektor industri di dalam negeri. Paket kebijakan ekonomi tersebut tidak sesuai dengan UUD 1945, terutama pada Pasal 33 Ayat 1 dan 2 yang berbunyi bahwa bahwa prekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan. AKTUAL/Tino Oktaviano

Jakarta, Aktual.com – Pengamat Komunikasi dari Univeritas Bung Karno Cecep Handoko atau biasa disapa Ceko menilai, video kampanye terbaru pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, yang menyindir profesi arsitek, juga profesi mandiri yang sudah banyak digeluti generasi milenial, terkesan menakut-nakuti para pemuda yang baru lulus atau pun belum lulus kuliah.

Itu terlihat dalam konten video dari pasangan Prabowo-Sandi yang tertuang dalam Iklan ‘kerja, kerja, kerja’ Gerindra, yang diunggah akun Twitter resmi Partai Gerindra.

“Secara keseluruhan konsep kampanye tim Prabowo cenderung menakuti dan menanamkan pesimisme masyarakat,” kata Ceko ketika dihubungi wartawan, Senin.

Dia menilai, tim dari kubu Prabowo-Sandi terus-menerus menebar pesan yang cenderung mengajak publik untuk pesimis. Terlebih, dalam video tersebut terkesan ‘merendahkan’ profesi tertentu.

“Menanamkan jiwa pesimis pada generasi muda, tim Prabowo enggak tahu kalau sekarang para konglomerat dunia didominasi oleh orang-orang yang mampu memanfaatkan teknologi sebut saja Ali Baba, Mark Zukenberg dan sederet nama lainnya,” kata dia, menegaskan.

Dalam video itu juga, kata dia, ada bagian lain yang secara tidak langsung menjelaskan bahwa itu karekter Prabowo yang sebenarnya. Yakni gagal berkali-kali jadi presiden, juga tidak mau bergerak maju melihat dunia profesi dan pekerjaan yang berubah.