Gedung Teater Taman Ismail Marzuki (TIM) di Cikini, Jakarta Pusat. (AKTUAL/ ISTIMEWA)

Jakarta, Aktual.com – Menyemarakkan hari ulang tahun yang ke-50 Taman Ismail Marzuki Jakarta, Yayasan Rumpun Nusa Selaras menggelar seni teater tradisi Indonesia pada 7 hingga 11 November, termasuk pementasan di panggung terbuka yang bisa disaksikan masyarakat secara gratis.

Pementasan “Pekan Pagelaran Seni Teater Tradisi Indonesia” ini mengusung moto “Seni Bersama – Bersama Seni”, dengan setidaknya ada 25 pentas yang melibatkan grup-grup seni teater tradisi yang rutin dan aktif berlatih serta tampil di TIM, selain grup-grup kondang lainnya.

Selain itu akan digelar pula pameran lukisan dan foto koleksi TIM serta karya seniman teater tradisi, selain akan ada diskusi mencari alternatif solusi untuk pelestarian budaya dan seni teater tradisi Indonesia serta workshop astrofotografi, kata Yayasan Nusa Selaras dalam siaran persnya, Kamis (8/11).

Beberapa kelompok seni tradisional yang akan berpartisipasi dalam pagelaran ini antara lain tari dan topeng Betawi, teater anak-anak Tanah Air, lenong abang none, dan pementasan wayang kulit, ketoprak tobong, ludruk Genaro Ngalam, tari Bali, serta beberapa teater kontemporer seperti Tabusai Dance dan Cipta Urban.

Penampil populer lainnya termasuk Maliq & d’Essential, Kunto Aji, Tohpati Ethnomission, Shout, White Shoes & The Couples Company, Gugun Blues Shelter, Chiki Fawzi, Altajaru, dan lainnya.

Dengan pentas gratis selama lima hari di panggung terbuka, Rumpun Nusa Selaras mengharapkan ada lebih 10.000 penonton yang bakal hadir.

“Kami juga akan pameran foto dan menerbitkan satu buku fotografi tentang ’50 Tahun Jejak Seni Teater Tradisi Indonesia’ berkerjasama dengan Galeri Foto Jurnalistik Antara (GFJA),” jelas Yayasan Rumpun Nusa Selaras.

Acara yang diselenggarakan atas kemitraan Yayasan Rumpun Nusa Selaras dengan Unit Pengelola Pusat Kesenian Jakarta – Taman Ismail Marzuki (UP PKJ-TIM) ini juga didukung Dewan Kesenian Jakarta dan Dewan Pers.

Ant.

(Teuku Wildan)