Koalisi PH dan Kemajuan Berdemokrasi di Malaysia

Aksi demonstrasi dengan hashtag #Himpunan812 telah berlangsung sukses kemarin di Lapangan Merdeka, Kuala Lumpur. Aksi yang ditujukan sebagai penolakan terhadap ICERD telah berlangsung secara tertib dan aman tanpa adanya bentrokan antara masyarakat dengan kepolisian.

Aksi yang dihadiri lebih dari 500.000 massa ini mencatatkan sejarah baru dalam kemajuan berdemokrasi, bahwa pemerintah koalisi PH tidak melakukan tindakan represif kepada massa demonstran.

Sangat berbeda dengan penguasa sebelumnya yakni koalisi BN, yang selalu merespon massa demonstran sebagai kelompok yang harus ditertibkan karena dapat mengganggu kestabilan politik dalam negeri.

Perbedaan Demonstrasi di saat PH belum jadi penguasa dan PH sudah menjadi penguasa
Perbedaan Demonstrasi di saat PH belum jadi penguasa dan PH sudah menjadi penguasa

#Himpunan812 Tak Sama dengan #Aksi212

Kesuksesan aksi demonstrasi yang telah berlangsung di Jakarta dan dikenal dengan sebutan #Aksi212 telah memberikan inspirasi kepada rakyat Malaysia untuk melakukan aksi serupa di Kuala Lumpur dengan sebutan #Himpunan812.

Jika #Aksi212 dilakukan dengan tujuan menyelamatkan islam dari penista agama dan penguasa yang tak adil, maka #Himpunan812 ditujukan untuk menyelamatkan islam dan kaum melayu dari penguasa yang ingin menghilangkan hak-hak istimewa mereka tersebut.

Walaupun sama-sama memiliki misi ingin menyelamatkan islam, namun secara kepentingan politik yang dilakukan oleh demonstran #Himpunan812 ini adalah upaya koalisi oposisi yang dulunya pernah berkuasa dalam waktu lama ingin mengganggu koalisi pemerintah saat ini.

Padahal pemerintah saat ini telah menegaskan tidak akan mencabut hak-hak istimewa untuk islam dan kaum melayu di Malaysia. PM Mahathir Mohamad juga telah menjamin perihal tersebut, bahwa kabinetnya tak akan meratifikasi ICERD.

Oleh: Arbie Marwan

View Fullscreen