Pekanbaru, Aktual.com – Mahalnya harga tiket pesawat berdampak pada anjloknya jumlah penumpang di Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II, Kota Pekanbaru, yang buntutnya membuat ratusan penerbangan terpaksa dibatalkan sejak awal Januari 2019.

Terjadi penurunan penumpang sebesar 15 persen, dan sejak 1 Januari 2019 ada sebanyak 235 penerbangan yang dibatalkan, kata Executive General Manager Bandara SSK II, Jaya Tahoma Sirait kepada Antara di Pekanbaru, Rabu (16/1).

Kebijakan maskapai penerbangan nasional yang menaikan tarif pesawat hingga batas atas diakuinya akan membuat target PT Angkasa Pura II dalam pengembangan Bandara SSK II akan terganggu. Apalagi, selama beberapa tahun terakhir jumlah penumpang pesawat yang menggunakan layanan Bandara tersebut menunjukan kenaikan signifikan.

Berdasarkan data PT Angkasa Pura (AP) II, jumlah penumpang di Bandara SKK II selama tiga tahun terakhir sejak 2016 terus meningkat. Dari jumlah 3,38 juta orang pada 2016, bisa naik 15,12 persen pada 2017 menjadi 3,89 juta orang, dan pada 2018 menjadi 4,13 juta orang atau naik 6,19 persen. Jumlah pesawat yang datang dan berangkat dari bandara tersebut juga terus naik. Dari 25.765 unit pada 2016, naik 23,38 persen jadi 31.788 unit pada 2017, dan tumbuh 3,63 persen jadi 32.941 unit pada 2018.

Jaya Tahoma mengatakan pada tahun ini AP II memproyeksikan ada pertambahan jumlah penumpang pesawat berkisar 4,3 juta hingga 4,4 juta orang. Namun, dengan kondisi sekarang ini, ia pesimis target itu akan terwujud.

Jika harga tiket tdk turun makan perkiraan kami jumlah penumpang hanya naik kisaran 3-4 persen, ujarnya.

Kondisi itu juga bisa lebih parah karena 168 perusahaan agen travel yang tergabung dalam ASITA (Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies) Riau, mulai tanggal 16 Januari ini hingga seminggu ke depan menghentikan penjualan tiket pesawat untuk rute domestik.

Sebabnya, berdasarkan data AP II, jumlah penumpang pesawat rute domestik paling banyak di Bandara Pekanbaru. Dari total jumlah penumpang pada 2018 yang sebanyak 4,13 juta orang, penumpang di rute domestik ada sekitar 3,84 juta orang, sedangkan penumpang rute internasional hanya sekitar 287 ribu orang.

antara

(Arbie Marwan)