Jakarta, Aktual.com – Kegiatan Millennial Road Safety Festival (MRSF) 2019, yang telah berhasil diselenggarakan Polri di sejumlah daerah Indonesia, selalu dibanjiri peserta yang hadir. 
Namun, acara yang sejatinya hanya mengkampanyekan keselamatan lalu lintas kepada kaum muda justru kerap disusupi agenda politik terselubung. 
Tak sedikit ditemukan atribut yang terkesan mempromosikan calon petahana Joko Widodo. Bahkan, ada kelompok yang terang-terangan berkampanye. 
Karopenmas Polri Brigjen Dedi Prasetyo tak menampik soal adanya aktifitas politik yang dilakukan pihak tertentu saat berlangsungnya acara MRSF.
“Hal itu terjadi di beberapa wilayah, kita sudah ingatkan dari awal. Tapi kadang masyarakat spontan langsung seperti itu (berkampanye),” ujar Dedi, Senin (18/3).
Menurutnya, polisi sulit mengendalikan massa dalam jumlah besar seperti acara MRSF. Apalagi kelompok itu melakukan aksi politiknya di tengah kerumunan. 
“Ketika kumpul ratusan ribu manusia siapa yang bisa mengendalikan itu. Spontanitas pasti akan terjadi terori psikologi massa. Massa banyak tidak ada yang bisa kendalikan,” dalih Dedi. 
Oleh karenanya Polri menghimbau kepada masyarakat agar tidak menggunakan atribut politis dan berbuat hal yang dapat memicu adanya reaksi dalam situasi sensitif menjelang Pilpres 17 April nanti. 
“Tapi dari awal kami sampaikan forum ini tidak ada kaitannya dengan pemilu. Para peserta pengunjung tidak boleh memakai atribut atau teriakan dukungan salah satu pasangan,” pesannya. 
Sebelumnya, acara Millennial Road Safety Festival (MRSF) 2019 Polda Jatim, Minggu (17/3) kemarin, ternodai lantaran disusupi sekelompok yang berkampanye memutar lagu berjudul ‘Jokowi Wae’.
Menggunakan sound system, segelintir peserta terlihat menyanyi dan berjoget. “Jokowi Wae mas, Jokowi wae, ojok liyane,” begitu bunyi lagu yang diputar peserta MRSF 2019. 
Meski lagu itu tidak diputar di panggung utama melainkan di area Jembatan Suramadu, namun itu bisa ditafsirkan lain karena polisi penyelenggara acara. Terlebih Polri berulangkali menyatakan netralitasnya. 
Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera mengatakan hal tersebut di luar acara MRSF Polda Jatim. Ia menegaskan kegiatan MRSF 2019 tidak ada unsur politik. 
“Itu ekspresi dia (kelompok), sudah saya sampaikan ini terlepas dari pilihan politik, kalau ada yang mereka itu urusan dia,” ujarnya saat dimintai tanggapan kejadian bernuansa politis itu. 
MRSF merupakan sosialisasi masyarakat tentang keselamatan berkendara. “Itu diluar dari rangkaian kegiatan road safety. Kalau ada (peserta) nyanyikan lagu itu di luar konteks,” tandasnya. 
(Fadlan Butho)