Jakarta, Aktual.com – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) akhirnya ikut bersuara terkait kisruh di Pelabuhan Marunda. Wakil rakyat pun berharap pembangunan pelabuhan yang berada di Jakarta Utara itu terus berlanjut untuk menghindarkan kerugian negara.

Menurut anggota Komisi V DPR, Yoseph Umar Hadi, Pelabuhan Marunda merupakan bagian dari proyek strategis yang harus berlanjut dan perlu didukung pemerintah.

“Kenapa dulu itu dibangun? Tentu ada suatu pertimbangan, semakin padatnya Tanjung Priok, sehingga negara melalui Kemenhub mengusulkan untuk dibangun Pelabuhan Marunda,” ujar Yoseph saat dihubungi, Jakarta, Kamis (11/7).

Yoseph berharap konflik yang terjadi di internal pemegang saham antara PT Kawasan Berikat Nasional (KBN) dan PT Karya Citra Nusantara (KCN) dapat diselesaikan secara baik agar tidak terjadi kerugian.

“Saya kira harus diambil kebijakan yang lebih tinggi untuk menyelesaikan sengketa ini karena kalau dibilang rugi, negara juga rugi. Potensial lost-nya cukup besar, seharusnya sudah menghasilkan keuntungan jadi sekarang kan belum,” tutur Yoseph.

Ia menilai, tidak ada salahnya jika pemerintah, dalam hal ini Kementerian BUMN untuk ikut tangan mengatasi persoalan antara perusahaan pelat merah dan swasta.

“Saya kira untuk kepentingan yang lebih besar, kita tetap menghormati hukum, tapi penyelesaian secara musyawarah perlu dilakukan. Perlu menjadi perhatian pemegang saham, jangan biarkan terlalu berlarut-larut,” pungkas Yoseph.

(Zaenal Arifin)