Kepala BNN Komjen Pol Budi Waseso menempelkan stiker "stop narkoba" di dinding salah satu mini market di Surabaya, Jawa Timur, Kamis (26/11). Penempelan stiker di mini market dan sejumlah pusat perbelanjaan tersebut dalam rangka kampanye memerangi bahaya penyalagunaan narkoba. ANTARA FOTO/Zabur Karuru/pd/15

Jakarta, Aktual.com – Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Budi Waseso (Buwas) mengatakan pihaknya masih terus melakukan penelusuran atas dugaan keterlibatan oknum BNN seperti yang disebut-sebut terpidana mati Fredi Budiman melalui Koordinator Kontras Haris Azhar.

“Kicauan Fredi, kami gimana pun informasi harus ditindaklanjuti, kebenarannya tergantung proses pembuktiannya nanti,” kata Buwas, di Komplek Parlemen, Senayan, Selasa (6/9).

BNN langsung membuat tim dan masih terus meminta penjelasan kepada Haris Azhar yang menerima kicauan sebelum Fredy dieksekusi mati.

“Kami sudah lakukan pemanggilan-pemanggilan untuk menanyakan kebenaran informasi dari Haris (Azhar) sampaikan. Haris ketemu kami dan dia belum bisa berikan secara otentik tapi dia berjanji beri secara berkala bukti-bukti, kami juga ngga berpikir negatif,” sebut jenderal bintang tiga itu.

“Saya sudah ingatkan ini negara hukum, apalagi Haris lawyer jadi dia mengerti betul. Tapi BNN ngga punya kewenangan pidana umum. Jadi kami harus buat laporan ke polisi untuk keabsahan pemanggilan sodara Haris. Kami justru ingin buktikan apa benar ada itu, oknum juga kami ngga tolerir bila terbukti bersalah,” paparnya.

Kendati demikian, Buwas mengatakan jika sampai sekarang belum dapat membuktikan secara otentik adanya keterlibatan oknum dari BNN dengan sindikat Narkoba.

“Kalau sebut nama bisa saja tapi apa sudah pasti terbukti itu kami harus hati-hati,” tandas dia.

 

*Novrizal

()