Suasana museum lantai Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Senin (27/11/2017). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini ditutup turun tipis sebesar 2,553 poin atau setara dengan 0,042% ke level 6.064,58. Tren negatif bursa saham Tanah Air sepanjang hari terjadi di tengah ambruknya bursa saham Asia. AKTUAL/Tino Oktaviano

Jakarta, Aktual.com – Lembaga Morgan Stanley menyebut, pasar saham Indonesia diyakini memasuki periode bullish pada 2019. Alasannya, dalam tiga bulan terakhir kinerja indeks MSCI Indonesia menunjukkan kinerja yang lebih unggul ketimbang Asia di luar Japan (AxJ) dan Emerging Market sampai dengan 20%.

Dengan kondisi tersebut, valuasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami perkembangan dari posisi terendahnya di 13,2 kali di 18 Oktober 2018 menjadi 14,5 kali saat ini. Sepanjang tahun ini diperkirakan indeks akan bisa menguat sampai dengan 9%.

Ada lima alasan indeks acuan global masih tetap optimis dengan pasar saham dalam negeri. Pertama, stimulus pemilu yang akan berlangsung tahun ini dinilai akan meningkatkan konsumsi.

Alasan kedua, koreksi harga minyak yang terjadi sejak September lalu sampai dengan 36%. Kondisi ini akan mengurangi tekanan defisit transaksi berjalan Indonesia.

Ketiga, harga minyak yang lebih rendah juga akan menurunkan potensi kenaikan harga bahan bakar paska pemilu nanti dan akan berdampak pada konsumsi yang menjadi sumber pendapatan perusahaan.

Faktor selanjutnya, dalam 12 bulan ke depan pertumbuhan pendapatan keempat emiten tersebut diperkirakan akan tumbuh dua digit.

(Abdul Hamid)