Suasana museum Bursa Efek Indoneaia (BEI) di Jakarta, Kamis (26/4). Kenaikan suku bunga Amerika Serikat (AS) yang masih akan berlangsung hingga tahun depan serta imbal hasil surat utang AS yang menembus level psikologis menyebabkan pasar saham Asia meriang sepekan ini. IHSG turun 2,81% ke 5.909. IHSG menggenapi penurunan sepekan atau lima hari perdagangan berturut-turut. Kamis (26/4), Dalam lima hari penurunan, IHSG merosot 7,03%. AKTUAL/Tino Oktaviano

Jakarta, Aktual.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis dibuka melanjutkan peguatan seiring sikap positif investor terhadap perundingan perdagangan Amerika Serikat (AS) dan China.

IHSG BEI dibuka naik 21,72 poin atau 0,35 persen menjadi 6.293,95. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 5,43 poin atau 0,54 persen menjadi 1.002,20.

Analis Senior CSA Research Institute Reza Priyambada mengatakan sikap positif investor terhadap perundingan perdagangan antara AS dan China masih menjadi salah satu faktor yang memicu aksi beli saham di dalam negeri sehingga kembali menopang IHSG.

“Saham-saham berkapitalisasi besar, terutama sektor perbankan masih menjadi pilihan investor,” katanya, Kamis (10/1).

Di sisi lain, lanjut dia, sentimen dari Federal Reserve (Fed) yang masih bersikap “dovish” terhadap kebijakan suku bunganya dengan menyesuaikan kondisi ekonomi AS dan global turut direspon positif investor saham.

(Abdul Hamid)