Maulana Syekh Dr. Abdul Mun'im bin Abdul Aziz bin Shiddiq al-Ghumari saat memberikan pembacaan kitab Al Anwaru Qudsiyah di Zawiyah Arraudhah Jalan Tebet Barat VIII, No 50, Jakarta Selatan, Kamis (11/5/2017). Kitab Al Anwaru Qudsiyah adalah karya ayahanda beliau Al Arif Billah Abu Yasr Syekh Abdul Azis bin Muhammad bin Shidiq Al Ghumari Al Hasani QS. AKTUAL/Munzir

Jakarta, Aktual.com – Maulana Syekh Abdul Mun’iem bin Abdul Azis bin Muhammad Shidiq Al Ghumary Al Hasani menjelaskan Kitab Al Anwar al Qudsiyah mengenai keutamaan ibadah di zawiyah Ar-Raudhah, Tebet, Jakarta, Jumat (12/5).

“Siapa orang yang rindu masuk surga maka ia akan bersegera melakukan kegiatan ibadah,” ungkap Syekh Abdul Mun’im.

Ia mengatakan, setiap orang tentunya menginginkan untuk masuk surga. Namun, kata dia, siapapun yang berkeinginan maka ia harus bersemangat melakukan amal ibadah yang diperintahkan Allah. Terutama shalat, puasa, dan amal baik lainnya. Juga, perkataan yang baik.

Pengarang kitab Washiyah Shiddiqiyah Syekh Sidhiq Al Ghumari mengingatkan, agar apa-apa yang terucap dari mulut kita memberikan hikmah kepada orang lain bukan perkataan yang merugikan org lain. Sehingga kata-kata dari mulut kita memberikan faedah bagi orang lain.

“Hikmah bukan mustahil tapi bisa bisa diupayakan melalui perkataan kita. Bahkan sebuah riwayat mengatakan, siapa orang yang mau mengikhlaskan dirinya untuk berdekat-dekat dengan Allah selama 40 hari maka Allah akan menganugerahkan hikmah kepada orang tersebut,” tuturnya.

Bahkan, lanjut Syekh Mun’iem, di Maroko atau negeri lain orang yang bertirakat itu disebut Ahlillah. Ketika orang sudah mencapai maqom Ahlillah, maka orang sudah mengikhlaskan dirinya untuk berdekatan dan bertirakat kepada Allah.

(Nailin Insa)

()