Suasana museum Bursa Efek Indoneaia (BEI) di Jakarta, Kamis (26/4). Kenaikan suku bunga Amerika Serikat (AS) yang masih akan berlangsung hingga tahun depan serta imbal hasil surat utang AS yang menembus level psikologis menyebabkan pasar saham Asia meriang sepekan ini. IHSG turun 2,81% ke 5.909. IHSG menggenapi penurunan sepekan atau lima hari perdagangan berturut-turut. Kamis (26/4), Dalam lima hari penurunan, IHSG merosot 7,03%. AKTUAL/Tino Oktaviano

Jakarta, Aktual.com – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis, dibuka melemah dipicu sentimen negatif eksternal mengenai perang dagang.

IHSG BEI dibuka melemah 38,11 poin atau 0,62 persen menjadi 6.095,01. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak turun 9,51 poin atau 0,97 persen menjadi 969,94.

Kepala Riset Valbury Sekuritas, Alfiansyah mengatakan sentimen dari eksternal berupa ketidakpastian pasar atas perang dagang yang kembali mencuat setelah peringatan presiden AS Donald Trump terhadap China mengenai tarif.

“Kendati AS dan Cina melakukan gencatan tarif selama 90 hari, namun Trump kembali memperingatkan akan mengenakan tarif pada mayoritas barang China,” katanya, Kamis (6/12).

Sikap Trump tersebut, lanjut dia, membuat pelaku pasar kembali berpikir ulang terhadap Amerika Serikat-China apakah benar-benar dapat mencapai kesepakatan dagang.

(Andy Abdul Hamid)