Suasana museum Bursa Efek Indoneaia (BEI) di Jakarta, Kamis (26/4). Kenaikan suku bunga Amerika Serikat (AS) yang masih akan berlangsung hingga tahun depan serta imbal hasil surat utang AS yang menembus level psikologis menyebabkan pasar saham Asia meriang sepekan ini. IHSG turun 2,81% ke 5.909. IHSG menggenapi penurunan sepekan atau lima hari perdagangan berturut-turut. Kamis (26/4), Dalam lima hari penurunan, IHSG merosot 7,03%. AKTUAL/Tino Oktaviano

Jakarta, Aktual.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Jumat ini diperkirakan bergerak variatif yang didorong respons investor atas pengumuman kinerja para emiten dan tekanan yang datang dari sentimen global, terutama dari kebijakan perekonomian Amerika Serikat dan dinamika harga minyak dunia.

Kepala Riset Valbury Sekuritas Alfiansyah mengatakan investor akan menyoroti dinamika hubungan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terhadap Iran terkait ekspor minyak, dan juga kisruh politik Trump dengan rivalnya di Partai Demokrat, yang diwarnai desas desus pemakzulan.

“Itu dipandang sebagai risiko dari global, sedangkan katalis lainnya hanya bisa sebagai penopang bagi pasar,” ujar Alfiansyah, Jumat (26/4).

Sementara itu, perkembangan terbaru datang dari proses negosiasi damai untuk konflik dagang antara AS dan China. Delegasi pejabat tinggi kedua negara dikabarkan akan mengadakan pertemuan di Beijing, China, pada 30 April 2019, yang selanjutnya disusul rencana kunjungan Presiden China Xi Jinping ke AS.

Di sisi lain, dinamika harga minyak diwarnai dengan upaya AS yang terus menekan ekspor minyak Iran ke angka nol dengan optimisme akan didukung pelaku pasar global.

(Abdul Hamid)