Ratusan anggota kepolisian membubarkan paksa aksi demontrasi mahasiswa Papua di ?Jl. Medan Merdeka Bara , Jakarta, Selasa (15/8/2017). Sebelumya para mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) ingin melakukan aksi unjuk rasa di depan Istana Merdeka, tapi tidak diperbolehkan oleh pihak Kepolisian. AKTUAL/Munzir

Jakarta, Aktual.com – Organisasi Papua Merdeka (OPM) angkat bicara terkait tentang penembakan 31 pekerja di Nduga, Papua, pada beberapa waktu lalu.

Melalui keterangan tertulis, OPM menolak disebut sebagai kelompok kriminal separatsi bersenjata (KKSB) atau kelompok kriminal bersenjata (KKB).

Tidak hanya itu, organisasi ini juga menyebut Indonesia sebagai negara kolonial.

“Kami menyampaikan kepada negara kolonial Indonesia bahwa kami berjuang, bukan KKB, KKSB dan lain-lain. Kami adalah pejuang sejati untuk kebebasan republik West Papua,” kata Jurubicara OPM Sebby Sanbom dalam keterangan tertulisnya, Rabu (5/12).

Sebby mengatakan, pihaknya merupakan yang bertanggung jawab atas penembakan 31 orang pekerja Trans-Papua seraya mengatakan kemerdekaan merupakan satu-satunya solusi dari permasalahan Papua.

Menurutnya, OPM takkan luluh dengan berbagai program pembangunan “pemerintah kolonial”, baik pembangunan jalan Trans Papua maupun pembangunan yang lain.

“Semua pembanguan infrastruktur segera hentikan, dan segera lakukan perundingan antara wakil TPNPB-OPM dan pemerintah RI untuk menentukan masa depan bangsa Papua,” tegasnya.

Masih dalam siaran pers itu, Sebby mengungkapkan jika pihaknya sudah sangat siap untuk berhadapan dengan TNI dan Polri.

Ia bahkan menyebut Distrik Mbua sampai Habema adalah medan perang Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB). Bukan Distrik Dal Yigi dan lainnya.

“Jangan menyerang warga sipil di sembarang tempat di Papua,” ucapnya ditujukkan ke TNI-Polri.

Sebby mengungkap TNI dan Polri melakukan operasi militer di Kenyam, Kabupaten Nduga, Selasa (4/12) kemarin. TNI-Polri, menurut dia, mengerahkan lima helikopter, empat milik TNI Angkatan Udara dan satu milik Polri. Sebby mengatakan dalam serangan itu dijatuhkan bom peledak kapasitas besar. Dua di antaranya tak meledak dan dua lainnya meledak di udara.

“Tak satu pun bom yang dijatuhkan menyentuh tanah, apalagi melukai milisi TPNPB,” imbuh Sebby sekaligus mengatakan, ” Polri juga mengerahkan 24 kendaraan truk pikap untuk memobilisasi pasukan gabungan memburu milisi TPNPB.”

(Teuku Wildan)