Tangerang, aktual.com – Sejumlah warga di Desa Tanjung Burung, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang, Banten, yang merupakan korban banjir terkena penyakit kulit dan batuk.

“Warga berobat ke klinik terdekat dan Puskesmas Teluknaga,” kata Sekretaris Desa Tanjung Burung, Teluknaga, Hasan Basri di Tangerang, Minggu (28/4).

Hasan Basri mengatakan sebagian warga ada juga yang membeli obat di apotek terdekat karena menderita demam dan panas.

Namun yang dominan menderita sakit adalah anak-anak usia balita hingga umur 15 tahun terutama di Kampung Beting dan Cirumpak.

Dia mengatakan kedua kampung tersebut merupakan terparah akibat diterjang banjir akibat meluapnya Sungai Cisadane yang hulunya berada di Kabupaten Bogor, Jabar.

Menurut dia, sebagai antisipasi penyakit pascabanjir, maka didirikan posko kesehatan di kantor desa setempat dengan siaga tenaga medis.

Saat ini pos siaga 24 jam dapur umum dapat menyediakan sekitar 3.000 bungkus nasi dan lauk untuk dibagikan ke penduduk korban banjir.

Banjir menerjang rumah sebanyak 1.265 kepala keluarga (KK) di Tanjung Burung yang merupakan areal terparah karena pemukiman penduduk berada di dekat muara sungai.

Sedangkan wilayah lain yang terkena banjir di pesisir yakni Desa Kohod, Kecamatan Pakuhaji dan ratusan rumah penduduk yang letaknya bersebelahan dengan bantaran sungai.

Bahkan banjir juga merendam rumah penduduk di Desa Lengkong Kulon, Kecamatan Pagedangan dan Kecamatan Kelapa Dua hanya jumlahnya belasan KK.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat bahwa banjir juga mengenangi rumah penduduk lainnya di Pakuhaji yaitu di Desa Gaga sebanyak 300 KK, Desa Kalibaru (468 KK), Desa Kohod (20 KK).

Hasan menambahkan, wilayahnya merupakan rawan banjir karena berada di muara Sungai Cisadane dan dekat dengan perairan Laut Jawa, air bah menerjang kawasan ini terparah sejak tahun 2007 lalu dengan ketinggian air mencapai 1,3 meter.

Ant.

(Zaenal Arifin)