Sejumlah massa Aksi 22 Mei terlibat kericuhan di depan gedung Bawaslu, Jakarta, Rabu (22/5/2019). Polisi memperingatkan massa untuk membubarkan diri karena sudah melewati waktu yg dijanjikan. AKTUAL/Tino Oktaviano

Jakarta, Aktual.com – Satu pasien korban kericuhan 22 Mei atas nama Misan (37), warga kampung Cinyosog RT 01 RW 02, Desa Burangkeng, Kecamatan Setu, Bekasi, hingga Jumat belum ditemui keluarganya di RS Pelni Jakarta.

Rumah Sakit Pelni sudah berkoordinasi dengan kepolisian setempat untuk membantu mencari keluarga pasien yang menjadi korban kericuhan pada tanggal 22 Mei.

“Kami sudah informasikan kepada polisi ada satu pasien yang belum ada keluarganya,” kata Direktur Rumah Sakit Pelni Jakarta dr. Dewi Fankhuningdyah, Jumat (24/5) pagi.

Dewi menyebutkan 11 pasien korban kericuhan 22 Mei yang masih dirawat di RS Pelni. Dari jumlah itu, sebanyak 10 orang pasien sudah ada keluarganya yang datang.

“Kami sudah menanyakan nama dan alamatnya, kebetulan pasien tidak hafal nomor telepon keluarga yang bisa dihubungi,” kata Dewi.

(Abdul Hamid)