Foto udara kebakaran lahan di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumsel, Selasa (20/10). Berdasar pantauan satelit Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika menemukan 654 titik panas berada di Sumatra Selatan. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/kye/15 *** Local Caption ***

Pekanbaru, Aktual.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Stasiun Pekanbaru mendeteksi 10 titik panas yang mengindikasikan adanya kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau, Sabtu (13/5).

“Titik panas dengan tingkat kepercayaan di atas 50 persen menyebar di dua kabupaten di Riau,” kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Pekanbaru, Slamet Riyadi di Pekanbaru.

Ia menjelaskan titik-titik panas yang terpantau satelit Terra dan Aqua tersebut berada di Kabupaten Pelalawan sebanyak tujuh titik dan Indragiri Hilir tiga titik.

Di Pelalawan, tujuh titik panas dengan tingkat confidence atau kepercayaan antara 51 persen hingga 71 persen terpantau menyebar di Kecamatan Bunut dan Kuala Kampar.

Sementara di Indragiri Hilir, sebanyak tiga titik panas dengan tingkat kepercayaan 51 hingga 52 persen terpantau berlokasi di Kecamatan Gaung Anak Serka, Mandah dan Tembilahan.

Dari seluruh titik panas itu, terang Slamet, seluruhnya tidak ada yang dipastikan sebagai titik api atau indikasi kuat adanya kebakaran hutan dan lahan dengan tingkat kepercayaan diatas 70 persen.

Berdasarkan catatan Antara, keberadaan titik panas maupun titik api tersebut merupakan yang pertama sepanjang pekan ke dua Mei 2017 ini.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, Edwar Sanger langsung menginstruksi kepada jajaran Satuan tugas kebakaran hutan dan lahan untuk bertindak.

Pemerintah Provinsi Riau sebelumnya resmi memperpanjang status Siaga Darurat Kebakaran Hutan dan Lahan hingga November 2017 setelah berakhir pada 30 April lalu.

Edwar mengatakan perpanjangan status tersebut merupakan salah satu tindakan pencegahan memasuki bulan kemarau dan el-nino pada pertengahan Mei mendatang.

 

Ant.

Artikel ini ditulis oleh: