88024090

London, Aktual.com – Permainan Manchester United (MU) menjadi sorotan pada awal musim ini karena hasil yang tidak memuaskan.

Bahkan, sejak beberapa waktu lalu telah muncul isu yang menyebutkan Jose Mourinho akan dicopot sebagai pelatih untuk digantikan oleh Zinedane Zidane.

Labilnya performa Setan Merah pun membuat mantan kapten MU, Wayne Rooney angkat bicara. Menurutnya, masalah ini tidak dapat diarahkan kepada Jose Mourinho semata, tetapi para pemain juga harus mengambil tanggung jawab yang lebih.

United naik ke urutan delapan dalam klasemen sementara Liga Inggris setelah menang 3-2 atas Newcastle United pada pertandingan kandang Sabtu (6/10) lalu, tertinggal tujuh poin dari pemimpin klasemen, Manchester City.

Rooney menyatakan jika mantan klubnya ini tengah mengalamai masa sulit dan terus mendukung Jose Mourinho.

“Para pemain, manajer, ini adalah awal yang sulit untuk musim ini. Tetapi saya katakan beberapa minggu yang lalu, para pemain harus berdiri. Mereka harus dihitung dan mereka memiliki untuk menjadi lebih baik,” kata top skor sepanjang masa MU ini kepada Telegraph.

“Manajer dapat melakukan banyak hal, tetapi kemudian turun ke pemain di lapangan untuk menghasilkan dan mungkin secara kolektif. Ini adalah sedikit dari semuanya datang bersama tetapi Jose adalah target yang mudah,” sambungnya.

Rooney meninggalkan United tahun lalu untuk bergabung dengan Everton sebelum bergabung dengan tim Major League Soccer DC United pada bulan Juni.

Pemain berusia 32 tahun itu percaya situasi saat ini di United mirip ketika Louis van Gaal dipecat setelah memenangkan Piala FA pada 2016.

“Saya mengatakan hal yang sama ketika Louis van Gaal ada di sana. Dia mengambil banyak tongkat, tetapi di balik pintu tertutup saya berkata kepada para pemain, ‘Kami harus melakukan yang lebih baik’,” tambah Rooney.

“Secara pribadi saya pikir dia mengatur kami dengan cemerlang, tetapi kami tidak menghasilkan di lapangan, jadi saya yakin itu dikatakan di belakang layar.”

United selanjutnya mengunjungi Chelsea di liga pada 20 Oktober dan menjamu juara Italia Juventus di babak grup Liga Champions tiga hari kemudian.

Ant.

(Teuku Wildan)