Jakarta, Aktual.com¬†– Para relawan dan pendukung pasangan capres-cawapres Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin menggelar syukuran kemenangan di Rumah Aspirasi, Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (21/4).

Mereka yang hadir memadati lokasi tersebut sejak siang hari, dan rata-rata mengenakan baju berwarna putih. Acara syukuran tersebut diisi dengan sejumlah hiburan.

Ketua relawan sayap kanan Jokowi-Maruf, Habib Ahmad bin Ali Assegaf mengatakan para relawan bersyukur atas kemenangan Jokowi-Maruf versi hitung cepat sejumlah lembaga survei independen.

Dia meminta kepada rakyat Indonesia pada umumnya dan khususnya relawan sayap kanan Jokowi-Maruf mulai dari Sabang sampai Merauke agar bisa menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Melihat hasil sementara di media cetak maupun elektronik yang pada umumnya mengunggulkan pasangan Jokowi-Maruf dan bila ini betul terjadi maka Allah maha berkuasa atas segala sesuatu dan makhluk tidak berkuasa serta untuk pendukung paslon Prabowo-Sandi dimohon untuk bersikap legowo serta kita tetap bersaudara sebagai sesama anak bangsa dan mari kita bangun bersama Negara Kesatuan Republik Indonesia dan menegaskan semua relawan meyakini hasil dari KPU nanti Jokowi-Ma’ruf sebagai pemenangnya,” kata dia.

Sementara, Ruhut Sitompul yang hadir di acara itu mengatakan, dari pengalaman di berbagai pilkada, pileg, maupun Pilpres lalu, kredibilitas temuan exit poll dan quick count sangat bisa diandalkan.

“Tidak ada yang bisa mengkritisi masalah exit poll dan quick count ini. Apabila sudah diumumkan oleh mereka, tidak pernah ada yang lain yang menjadi pemenang yang berbeda dengan hasil exit poll dan quick count,” ujar Ruhut.

Ruhut mengingatkan pendukung Jokowi-Ma’ruf Amin untuk tetap waspada terhadap segala kemungkinan kecurangan. Baginya, bila Prabowo sampai tiga kali mendeklarasikan kemenangan, maka bisa jadi ada tanda-tanda kecurangan yang aneh.

Ketika di Pilgub Jakarta lalu, kubu Prabowo bisa menerima hasil exit poll dan quick count yang memenangkan pasangan yang mereka usung. Di Pilpres kali ini, Prabowo sampai 3 kali deklarasi kemenangan walau exit poll dan quick count menyatakan hasil sebaliknya.

“KKarena itu wajar kenapa saya ajak waspada, ini nanti tanggal 22 Mei 2019, dengan terus tidak mengakui kekalahan, dengan menjelekkan exit poll dan¬†quick count, ini membuat mereka men-suggest rakyat (untuk menolak, red). Karena itu kita harus waspada,” kata Ruhut.

(Abdul Hamid)