Jakarta, Aktual.com – Beberapa aliansi yang menjadi simpatisan calon presiden (capres) 01 Joko Widodo menolak tegas capres yang terindikasi sebagai pelanggar Hak Asasi Manusia (HAM). Salah satunya para aktivis Pijar Indonesia.

Mantan aktivis Pijar Indonesia yang juga Relawan Jokowi di Poros Jokowi untuk Desa, Gatot Bimo mengaku ngeri dengan capres yang punya beban HAM menjadi presiden.

“Apalagi capres tersebut tak pernah klarifikasi atas kasus pelanggaran HAM sejak dulu. Ini mengerikan jika ada capres sebagai pelaku pelanggar HAM,” tuding Gatot melalui pesan tertulisnya, Kamis (17/1).

Senada itu, Alif Iman Nurlambang, aktivis Pijar Indonesia lainnya juga  mengingatkan agar seluruh masyarakat Indonesia menggunakan hak pilihnya secara rasional dengan tidak memilih kandidat presiden yang diduga terlibat kasus pelanggaran HAM dalam Pilpres mendatang.

“Amanat reformasi menyadarkan kita, berbagai kasus pelanggaran HAM belum tuntas. Kini, pelaku yang diduga terlibat pelanggaran HAM berat justru tampil sebagai kandidat Capres 2014 dan 2019 maju berebut kekuasaan. Tentu ini mengusik nurani dan moralitas kita,” klaim dia.

Sementara itu, Anto Kusuma Yuda, mantan aktivis Pijar Indonesia yang aktif di Relawan Jokowi di Permanen dan RIH berpendapat, ada capres yang diduga terkait dengan pelanggaran HAM berat 1998 lalu, yaitu kasus penghilangan paksa dan penculikan aktivis pada tahun tersebut.

Sedangkan Taufan Hunneman, Sekretaris Jenderal Fornas Bhinneka Tunggal Ika mengimbuhkan, Pilpres saat ini merupakan petarungan keragaman versus keseragaman.

Oleh karena itu, lanjut dia, berbahaya jika 5 tahun ke depan dipertaruhkan dengan yang mempunyai beban masa lalu apalagi soal HAM.

“Karena itu menjadi keharusan kalau kita mengingatkan kembali untuk mempertegas sikap kita untuk menolak sikap tegas terhadap pelanggar HAM,” katanya.

(Zaenal Arifin)