Suasana rekapitulasi nasional pemilihan presiden di Gedung KPU, Jakarta, Selasa (21/5/2019) dini hari. Proses rekapitulasi nasional KPU untuk Pilpres 2019 dinyatakan selesai dengan pasangan nomor urut 01 meraih total 85.036.828 suara atau 55,50 persen dan pasangan nomor urut 02 meraih total 68.442.493 suara atau 44,50 persen dari jumlah suara sah  sebesar 154.257.601 suara. AKTUAL/Tino Oktaviano

Jakarta, Aktual.com – Hasil rekapitulasi yang telah diputuskan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang menyatakan partai Golkar meraih 85 kursi di DPR pada Pemilu Legislatif 2019 patut diapresiasi.

“Golkar meraih 85 kursi di DPR RI, atau 14,8 persen kursi DPR (575), cukup jauh meninggalkan Gerindra yang memperoleh 78 kursi,” kata Koordinator Nasional Relawan Golkar Jokowi (Gojo), Rizal Mallarangeng, Selasa (21/5).

“Sesuai target, Golkar berada pada posisi dua besar kekuatan politik nasional, bersama PDIP. Ini adalah hadiah manis buat seluruh kader kita,” tambahnya.

Menurut Rizal, buat partai, ukuran utama adalah jumlah kursi di parlemen yang di peroleh dari 80 dapil se-Indonesia, bukan dari rekapitulasi suara nasional. “Kekuatan dan keberhasilan partai dilihat dari sini,” ujarnya.

Kunci bagi sukses ini, lanjut Rizal, adalah kerja keras semua kader, plus strategi yang jitu dari DPP Partai Golkar di bawah kepemimpinan Ketua Umum Airlangga Hartarto.

“Bayangkan, tahun lalu, akibat prahara warisan kepengurusan sebelumnya, berbagai survei menunjukkan suara Partai Golkar hanya 6 persen. Sekarang, dalam waktu singkat ternyata kita bisa bangkit kembali. Rebound, dua kali lipat dari dugaan semula, dan mengalahkan Gerindra,” jelas Rizal lebih jauh.

(Abdul Hamid)