Dua orang anak bermain di samping tumpukan sampah di kawasan pesisir laut, Kelurahan Cangkol Tengah, Lemahwungkuk, Cirebon, Jawa Barat, Senin (16/5). Penumpukan sampah tersebut menyebabkan kondisi air laut tercemar yang berdampak buruk bagi biota laut dan lingkungan serta kesehatan warga sekitar pesisir laut. ANTARA FOTO/Ivan Pramana Putra/foc/16.

Sungailiat, Aktula.com – Kapolres Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, AKBP M Budi Ariyanto mengatakan sampah dapat menjadi mesin pembunuh jika tidak mampu mengelolanya dengan baik.

“Sampah dapat menjadi mesin pembunuh, mengingatkan masyarakat Indonesia pada tragedi di Leuwi Gajah, Cimahi, Jawa Barat, di mana saat itu 157 orang meninggal dunia akibat longsoran sampah,” katanya, Jumat (22/2).

Kapolres menyarankan agar masyarakat dapat berkawan dengan sampah melalui cara menuntut untuk mampu dikelolanya dengan baik sesuai dengan jenis sampahnya.

“Untuk jenis sampah anorganik dapat didaur ulang sedangkan yang organik dapat diolah menjadi pupuk untuk keperluan pertanian, artinya semuanya dapat memberikan konstribusi bagi masyarakat selama mampu mengelolanya dengan baik,” jelasnya.

Menurutnya, sampah menjadi permasalahan global seiring dengan populasi bertambahnya jumlah penduduk, dan hal ini harus ditangani secara terpadu.

“Dalam catatan, Indonesia pernah menjadi penyumbang ke dua dunia terbesar pembuangan sampah ke laut, hal ini jangan sampai terulang kembali baik untuk saat ini maupun masa akan datang,” katanya.

Dikatakan, melalui hari peduli sampah diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat kolektif akan pentingnya peduli lingkungan melalui metode 3R (Reuse, Reduce, Recycle) atau gunakan kembali, kurangi, daur ulang.

(Abdul Hamid)