Pekerja memberi makan ayam ternak petelur di peternakan ayam di Cibeber, Cianjur, Jawa Barat, Rabu (30/11). Peternakan ayam tersebut memproduksi telur ayam mencapai satu ton telur per hari dari 20 ribu ekor ayam. AKTUAL/Tino Oktaviano

Jakarta, Aktual.com – Presidium Forum Peternak Layer Nasional, Ki Musbar Mesdi meminta Kementerian Pertanian memperhatikan kebutuhan jagung untuk pakan bagi usaha ayam dan telur di dalam negeri.

Ia meminta Kementan membuat surat rekomendasi impor jagung yang telah disepakati agar kebutuhan pasokan tidak terganggu.

“Untuk hal yang segenting ini, yang menyangkut kepentingan nasional, sudah hampir seminggu buat rekomendasi impor saja nggak turun-turun. Ada apa sebenarnya?” katanya, Kamis (8/11).

Ki Musbar mengingatkan, dengan harga jagung yang saat ini sudah ada yang mencapai Rp5.800 per kilogram, ancaman naiknya harga telur yang merupakan salah satu sumber protein utama nasional di bulan Desember bisa berpotensi. Menurutnya biaya jagung berkontribusi 50 persen dari total biaya produksi pakan.

“Nanti Desember harga (daging ayam) bisa Rp40 ribu . Karena dari farmgrade Rp30 ribu,” ujarnya lagi.

Untuk itulah, ia mendesak agar surat rekomendasi impor dapat segera diturunkan. Para peternak layer membutuhkan kejelasan suplai jagung sampai akhir tahun nanti.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution menegaskan, keputusan mengimpor 100 ribu ton jagung dalam rakortas berdasarkan rekomendasi dari Kementan.

(Andy Abdul Hamid)