Suasana museum Bursa Efek Indoneaia (BEI) di Jakarta, Kamis (26/4). Kenaikan suku bunga Amerika Serikat (AS) yang masih akan berlangsung hingga tahun depan serta imbal hasil surat utang AS yang menembus level psikologis menyebabkan pasar saham Asia meriang sepekan ini. IHSG turun 2,81% ke 5.909. IHSG menggenapi penurunan sepekan atau lima hari perdagangan berturut-turut. Kamis (26/4), Dalam lima hari penurunan, IHSG merosot 7,03%. AKTUAL/Tino Oktaviano

Jakarta, Aktual.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu dibuka menguat seiring pergerakan mata uang rupiah.

IHSG BEI dibuka menguat 33,26 poin atau 0,53 persen menjadi 6.296,11. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 bergerak naik 8,31 poin atau 0,83 persen menjadi 1.005,73.

Kepala Riset Valbury Sekuritas Alfiansyah mengatakan tren nilai tukar rupiah yang menguat terhadap dolar AS, telah berdampak terhadap pergerakan IHSG.

“Kenaikan rupiah salah satunya didorong dana asing yang mulai masuk kembali ke Indonesia, itu merupakan kepercayaan terhadap perekonomian Indonesia,” katanya, Rabu (9/1).

Kendati demikian, lanjut dia, suasana global tetap harus diwaspadai. Pelaku pasar menanti hasil dari pertemuan antara Amerika Serikat (AS) dan Cina yang telah diselenggarakan selama dua hari.

(Abdul Hamid)