Jakarta, Aktual.com – Pengamat umrah dan haji, Muhammad Hidir Andi Saka, mengatakan, umat Islam yang hendak melakukan umrah sebaiknya mempersiapkan diri dengan baik. Selain persiapan diri, sebaiknya jamaah tidak tergiur dengan harga paket yang murah.

“Pemerintah sudah memberi batasan harga paket umrah, yakni paling murah sebesar 1.800 dollar, sekitar Rp 23 juta rupiah dengan kurs 13 ribu,” kata Hidir di kantornya, kawasan perkantoran Icon Business Park BSD City, Tangerang Selatan, Banten, Sabtu (3/6).

Menurutnya, beberapa permasalahan soal umrah di berbagai daerah bisa menjadi pembelajaran. Bahwa harga paket murah bukanlah jaminan proses perjalanan umrah akan berjalan dengan lancar.

Apalagi, secara logika harga tiket pesawat bolak balik Jakarta-Jeddah sudah mencapai sekitar seribu dolar. Apabila ada jamaah yang membayar ke travel sebesar seribu dolar, maka besaran itu sudah habis untuk tiket pesawat.

“Jamaah umrah membutuhkan uang lebih dari seribu dolar, seperti untuk akomodasi dan konsumsi selama di Mekkah atau Madinah,” jelas Hidir yang juga pemilik Qashwa Tours & Travel.

Ia menganalogikan dengan jualan mie ayam. Di pasaran, mie ayam dijual dengan harga 15 ribu per mangkok. Kalau ada penjual mie ayam menjual dengan harga lima ribu rupiah per porsi, maka patut dicurigai mie ayam seperti apa yang dijualnya.

“Harus ada edukasi ke masyarakat untuk tidak tergiur dengan biaya umrah yang murah. Itu pasti membuat masalah dan merugikan jamaah itu sendiri di kemudian hari. Masalah yang paling umum adalah jamaah gagal berangkat,” pungkasnya.

()