Suasana museum lantai Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Senin (27/11/2017). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini ditutup turun tipis sebesar 2,553 poin atau setara dengan 0,042% ke level 6.064,58. Tren negatif bursa saham Tanah Air sepanjang hari terjadi di tengah ambruknya bursa saham Asia. AKTUAL/Tino Oktaviano

Jakarta, Aktual.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa dibuka melanjutkan penguatan didorong data ekonomi yang positif terkait peningkatan cadangan devisa nasional.

IHSG BEI dibuka naik 5,03 poin atau 0,08 persen menjadi 6.292,26. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 1,25 poin atau 0,13 persen menjadi 1.004,38.

Analis Senior CSA Research Institute Reza Priyambada mengatakan data cadangan devisa Indonesia yang meningkat menjadi salah satu faktor yang menopang IHSG.

“Data cadangan devisa Indonesia naik pada akhir Desember 2018 menjadi 120,7 miliar dolar AS,” katanya, Selasa (8/1).

Bank Indonesia mencatat posisi cadangan devisa nasional pada akhir Desember 2018 terus meningkat menjadi 120,7 miliar dolar AS, lebih tinggi dibandingkan dengan 117,2 miliar dolar AS pada akhir November 2018.

Bank Indonesia memandang cadangan devisa tetap memadai didukung keyakinan terhadap stabilitas dan prospek perekonomian domestik yang tetap baik, serta kinerja ekspor yang tetap positif.

(Abdul Hamid)