Jakarta, Aktual.com – Pengamat politik Universitas Padjajaran, Idil Akbar, menganggap usul kader muda Hanura tentang calon gubernur (cagub) DKI 2017/2022 hanya seremoni.

“Saya pikir tak berpengaruh (terhadap pemilih) ya. Karena ‎tren pencalonan kepala daerah saat ini mengarah kepada elektabilitas dan popilaritas saja,” ujarnya saat dihubungi di Jakarta, Jumat (19/2).

Bahkan, katanya, Hanura pun tak ada kader yang memiliki ‘magnet’ elektabilitas dan popularitas menjanjikan dibanding nama-nama yang populis, seperti Walikota Bandung, Ridwan Kamil.

“Nama Ongen (Ketua DPD Hanura DKI, Muhammad Sangaji) saja juga enggak cukup. Karena saat ini, sulit menyaingi nama-nama besar yang telah muncul di berbagai survey,” bebernya.

Forum Muda Hanura DKI mengusulkan enam nama kepada DPD dan DPP untuk diajukan pada pilkada mendatang. Yakni, Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan eks Presiden PKS, Anis Matta.

Kemudian, Ketua DPD Hanura DKI Muhammad Sangaji alias Ongen, Ketua DPRD DKI Prasetio Edi Marsudi, politikus PDIP Boy Bernadi Sadikin, eks Mendag Gita Wirjawan, dan bekas Presiden PKS Anis Matta.

Keenam nama tersebut diusulkan, karena dianggap telah sesuai dengan 10 syarat yang mereka tentuan atau Dasa Darma.

Namun, kepastian calon yang dijagokan partai besutan bekas Panglima TNI, Wiranto ini, bakal diumumkan pada rapat koordinator bidang (rakorbid).

()