“Waktu itu ada kesepakatan tiga menteri, Menko Kemaritiman, Menhub dan Menteri Agama untuk BIJB dijadikan sebagai embarkasi, bahkan kami sudah sedikit polemik dengan salahsatu kepala daerah gara-gara ini, tapi kok sampai tidak jadi,” ungkapnya.

Untuk itu Ruzhanul berharap percepatan pengembangan BIJB Kertajati menjadi prioritas jangka panjang Pemerintah Pusat yang berdampak pada kemajuan dua daerah yaitu Kabupaten Indramayu dan Kabupaten Majalengka.

“Oleh karena itu kami menyesalkan tetapi kalaupun ini sudah jadi keputusan, tidak apa – apa, tetapi harapan kami untuk masa yang akan datang, pembangunan embarkasi haji di Indramayu harus menjadi skala prioritas karena dengan pembangunan asrama haji di Indramayu menjadi pendorong untuk kesempurnaan BIJB,” pungkasnya.

(Abdul Hamid)