Jakarta, Aktual.com – Pembangunan Bandara Internasional Bali Utara di lepas pantai Kabupaten Buleleng disarankan terealisasi. Pasalnya, lokasi di lepas pantai bebas dari situs budaya desa adat dan pura yang rawan terjadi konflik bilamana terkena dampak penggusuran akibat proyek tersebut.

Direktur Utama Bibu Kinesis Indonesia selaku konsultan proyek bandara, Iwan Erwanto mengatakan, penunjukan lokasi itu telah mempetimbangkan konsep kehati-hatian terhadap kearifan lokal di samping terbatasnya alokasi tanah daratan di wilayah tersebut.

“Setelah melalui proses panjang semuanya sudah dipertimbangkan dengan menghormati kearifan lokal masyarakat setempat. Apa yang kami inginkan adalah bagaimana agar masyarakat Bali Utara memiliki bandara yang layak untuk menopang kehidupan mereka,” ujarnya dalam pemaparan di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Rabu (16/1).

Menurutnya, wilayah laut atau pantai di Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng adalah pilihan terbaik pembangunan bandara di Bali Utara. Semua tahapan administrasi penetapan lokasi pun telah dilakukan, namun hingga kini terkesan tak digubris.

“Semua permintaan Kemenhub mulai dari menghadirkan investor, Pemda, hingga peruaahaan sejenia yang memiliki minat sama untuk jalin kerjasama sudah dilakukan. Proses itupun ternyata belum menjadikan pertimbangan bagi pemerintah untuk segera melaksanakan penerbitan izin lokasi pembangunan bandara,” sesalnya.

(Abdul Hamid)