Calon Presiden dan Cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto saat menyampaikan fakta kecurangan acara Mengungkap Fakta-Fakta Kecurangan Pilpres 2019 di Jakarta, Selasa (14/5/2019). Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengungkapkan data Prabowo Subianto unggul dengan perolehan suara 54,24%. AKTUAL/Tino Oktaviano

Jakarta, Aktual.com – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR Charles Honoris mengatakan Prabowo Subianto akan ditinggalkan pendukungnya jika menggunakan cara-cara inkonstitusional.

“Saya meyakini mayoritas pemilih Prabowo-Sandi percaya pada proses pemilu yang sudah berjalan dan mereka juga akan menentang jika ada pihak-pihak yang menempuh jalan di luar konstitusi,” kata Charles di Jakarta, Jumat (17/5).

Menurut Charles, upaya-upaya inkonstitusional tidak akan berhasil karena rakyat Indonesia tidak akan mengizinkan terjadinya upaya penggulingan kekuasaan terhadap pemerintah yang dipilih secara sah oleh rakyat.

“Sebab kita semua sadar tindakan inkonstitusional hanya akan merusak semua aspek kehidupan berbangsa dan bernegara,” tambah Charles.

Dikatakannya, apa yang akan diputuskan KPU pada 22 Mei mendatang adalah mandat rakyat Indonesia yang diberikan kepada presiden dan wakil presiden terpilih.

“Jadi, kalau ada pihak-pihak yang menentang hasil pemilu dengan cara-cara di luar konstitusi, mereka justru sedang melawan kehendak rakyat dan menentang kedaulatan rakyat itu. Jangan sekali-kali mengatasnamakan rakyat untuk tindakan-tindakan menentang hukum,” ujar Charles.

Kalaupun penyelenggaraan Pemilu 2019 dituding ada kecurangan, kata Charles, sebaiknya kubu 02 membuktikan klaimnya tersebut lewat jalur hukum ke Mahkamah Konstitusi (MK).

“Diperlukan jiwa kenegarawanan Prabowo-Sandi untuk menyikapi apa pun hasil yang akan ditetapkan KPU nanti,” kata Charles.

(Arbie Marwan)