Karyawan memperlihatkan uang pecahan dolar Amerika Serikat di gerai penukaran mata uang asing di Jakarta, Selasa (4/9/2018). Nilai tukar Rupiah terhadap Dollar AS melemah menjadi Rp14.940 per dolar AS pada perdagangan hari ini. Indonesia punya sejarah pahit mengenai krisis moneter, yaitu yang terjadi 20 tahun silam, tepatnya pada 1998. AKTUAL/Tino Oktaviano

Jakarta, Aktual.com – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Senin pagi bergerak menguat pasca libur Hari Raya Idul Fitri.

Rupiah menguat 56 poin menjadi Rp14.213 per dolar AS dibanding posisi sebelumnya Rp14.269 per dolar AS.

Analis Monex Investindo Futures Dini Nurhadi Yasyi mengatakan, sebenarnya selama seminggu kemarin ada sentimen yang mendominasi, yaitu ekspektasi pemangkasan tingkat suku bunga The Fed.

“Soalnya Presiden The Fed St. Louis bilang ada kemungkinan pemangkasan, terus Powell menanggapi kalau The Fed cenderung berhati-hati kalau mau mengubah kebijakan,” ujar Dini, Senin (10/6).

Ekspektasi tersebut diperkuat setelah rilis data ketenagakerjaan non pertanian atau Non Farm Payroll (NFP) AS pada Jumat (7/6) lalu yang ternyata jelek dan jauh di bawah ekspektasi sehingga ekspektasi pasar semakin kencang.

(Abdul Hamid)