Mantan Panglima TNI Jenderal TNI (Purn) Moeldoko saat menjadi pembicara dalam seminar bertajuk Operasi Militer Selain Perang di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (12/10/2015). Diskusi yang diselenggarakan Fraksi Partai Demokrat tersebut membahas mengenai peran TNI dalam masyarakat di luar perannya dalam operasi militer.

Jakarta, Aktual.com – Setelah menyarankan orang miskin diet karena harga beras mahal, kini pemerintahan Joko Widodo menyuruh ibu-ibu rumah tangga menanam sayur sendiri karena mengeluhkan harga pangan mahal.

Hal tersebut diucapkan Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko, menanggapi teriakan ibu rumah tangga terkait semakin mahalnya bahan pangan dan mengaku jengkel.

Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Suibanto-Sandiaga Uno, Siane Indriani menyesalkan pernyataan tersebut. Apalagi pernyataan itu disampaikan dari mewakili istana kepresidenan.

“Pak Moeldoko memandang keluhan emak-emak dengan perspektif elite. Dia menganggap semua orang memiliki kemampuan finansial yang sama dengannya, dan menjadikan keluhan tersebut sebagai sebuah hal yang menjengkelkan,” kata Siane dalam keterangannya, Jumat (14/12).

Anggota Komnas HAM periode 2012-2017 ini menilai, jika dilihat dari beberapa tanggapan pemerintah terkait harga pangan mahal, tidak ada keseriusan rezim ini menyelesaikan masalah. Bahkan terkesan tidak peduli.

“Solusi yang ditawarkan ketika ada keluhan dari emak-emak sangat tidak realistis. Harga kebutuhan pokok tinggi, dia meminta emak-emak memenuhi kebutuhan tersebut dengan cara yang tidak masuk akal. Artinya, pemerintahan saat ini tidak punya solusi atas permasalahan yang paling mendasar yang dihadapi rakyat,” paparnya.

(Andy Abdul Hamid)