Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengikuti Raker dengan Komisi VIII DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (24/5). Rilis 200 daftar nama mubalig penceramah Islam di Indonesia yang dikeluarkan Kementerian Agama disinggung dalam rapat kerja Komisi VIII DPR hari ini dengan Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin. Lukman Hakim Saifuddin pun meluruskan polemik tersebut kepada Komisi VIII DPR. AKTUAL/Tino Oktaviano

Jakarta, Aktual.com – Mantan PNS Kementerian Agama Roziqi yang juga mertua dari terdakwa Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur Haris Hasanudin sempat menyarankan untuk “mengopeni” (mengurusi) Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin terkait dengan jawaban Roziqi.

“Saya bilang coba diopeni (diberi atensi), disanguni, maksudnya itu oleh-oleh. Kalau menteri zaman dulu disanguni oleh-oleh itu ciri khas Jatim. Saya enggak bilang sanguni duit, tapi itu sudah budaya,” kata Roziqi di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Rabu (12/6).

Roziqi menjadi saksi untuk dua terdakwa yaitu Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur Haris Hasanudin yang didakwa menyuap Ketua Umum PP nonaktif yang juga anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) 2014 s.d. 2019 Romahurmizy alias Rommy dan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin senilai Rp325 juta dan Kepala Kantor Kementerian Agama kabupaten Gresik Muh Muafaq Wirahadi yang didakwa menyuap Rommy Rp91,4 juta.

Roziqi juga pernah menjabat Kakanwil Kemenag Jatim 2003 s.d. 2009.

“Jadi, waktu itu dia (Haris) komunikasi ke saya, saya katakan ‘mbok sangoni ta’, maksudnya saat saya komunikasi dengan dia karena dia satu mobil dengan menteri karena saat itu dia sudah lolos posisi ketiga dari pansel terus saya tanya kenapa belum dilantik,” tambah Roziqi.

Dalam rekaman percakapan antara Roziqi dan Haris yang diputar jaksa penuntut umum (JPU) KPK, Haris mengaku bahwa Menag Lukman Hakim Saifudin akan pasang badan demi melantik Haris sebagai Kakanwil Kemanag Jatim.

“Kalau dulu zaman saya begitu ciri khas Jatim, namanya di Jatim ada kerupuk, batik Madura, itu zaman dahulu kan sekarang ada aturannya,” tambah Roziqi.

Dalam rekaman selanjutnya, Roziqi juga diketahui berpesan kepada Haris agar “Hati-hati lho gowo duit”.

“Jadi, maksud saya hati-hati ini berkaitan jangan sampai urusan duit. Karena ini kan zamannya susah kalo berurusan duit,” ungkap Roziqi.

Roziqi mengaku tidak tahu dengan uang dari Haris sebesar Rp250 juta yang diberikan kepada Rommy pada tanggal 6 Januari 2019.

“Saya betul-betul tidak tahu bawa duit berapa,” tambah Roziqi.

Padahal, Roziqi sudah berpesan agar Haris berhati-hati dengan Ketua Umum PPP Romahurmuziy alias Romi.

“Saat dia (Haris) bilang lagi di Jakarta mau ketemu Gus Rommy saya bilang ‘hati-hati loh’. Jangan urusan duit-duit karena saya sudah pernah dengar Mas Rommy begini begini waktu saya di Jombang,” ujar Roziqi.

Mantan Kakanwil Kemenag Jatim ini mengaku kerap mendengar informasi bahwa Romi sering meminta mahar untuk pemilihan kepala daerah di wilayah Jatim. Ia khawatir hal serupa akan menimpa menantunya.

“Saya bilang hati-hati sama Gus Rommy karena sering dengar ada namanya mahar untuk pemilihan bupati dan sebagainya. Saya bilang hati-hati,” katanya.

(Arbie Marwan)