Jakarta, Aktual.com – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan menegaskan proses negosiasi pengembangan blok migas Masela yang terletak di laut Arafuru, Maluku, sedang berjalan lancar. Hal ini menjadi harapan akan tercapainya produksi lebih cepat.

Semua perbedaan pandangan antara pemerintah dan operator yakni Inpex Coorporation telah mengerucut. Tak terkecuali masalah skema Pre Front End Engineering Design (FEED) juga telah disepakati hanya dalam satu tahap.

“Inpex hampir nggak ada masalah. Hanya beda pandangan dengan Kementerian ESDM terkait Pre-FEED. Dia maunya dua kali, kita maunya satu kali. Pertemuan dengan pak Jonan (Menteri ESDM) di Jepang kayaknya mereka sudah sepakat maunya kita satu kali,” ujar luhut di Jakarta, Selasa (23/5).

Sebelumnya memang Ignasius Jonan mengklaim pada hari ketiga kunjungannya ke Jepang telah mendapatkan kata mupakat dengan Inpex Corporation untuk mempercepat pengembangan proyek blok Masela.

Dalam keterangan resminya, Jonan menegaskan kepada CEO & President Inpex Corp, Toshiaki Kitamura bahwa proses perencanaan proyek ini sudah berlarut-larut sehingga dia tidak menginginkan lagi adanya pengunduran waktu.

“Inpex segera melakukan pembahasan dengan SKK Migas guna memulai proses Pre Front End Engineering Design (FEED). Pembahasan sudah harus masuk ke tahapan teknis, termasuk sejumlah topik seperti pelaksanaan Pre FEED, kapasitas produksi, serta lokasi on shore,” ujarnya, Selasa (16/5)

Sementara Wakil Kepala SKK Migas, M Zikrullah menyatakan pihaknya siap untuk segera memulai workshop bersama Inpex dalam waktu dekat.

(Dadangsah Dapunta)

(Ismed Eka Kusuma)