Menteri Keuangan Republik Indonesia Sri Mulyani Indrawati menghadiri acara pembukaan sesi "Pathways to Prosperity" dalam rangkaian Pertemuan Tahunan IMF - World Bank Group 2018 di Bali Nusa Dua Convention Center, Nusa Dua, Bali, Selasa (9/10). Agenda tersebut membahas tentang perkembangan teknologi untuk pertumbuhan ekonomi. ANTARA FOTO/ ICom/AM IMF-WBG/Nicklas Hanoatubun/wsj/2018

Jakarta, Aktual.com – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memastikan pentingnya penerapan insentif pajak bagi investor asing agar mau me-reinvestasi keuntungan yang diperoleh di Indonesia (reverse tobin tax).

“Penerapan ini, lebih kepada desain, bukan perlu atau tidak perlu,” kata Sri Mulyani dalam seminar outlook perekonomian 2019 di Jakarta, Selasa (8/1).

Sri Mulyani menjelaskan harus ada desain yang jelas dari insentif pajak tersebut agar aliran modal yang masuk dapat memberikan dampak positif kepada perekonomian. bukan merupakan “hot money” jangka pendek yang bisa menganggu kinerja perekonomian.

“Desainnya seperti apa, agar aliran modal yang masuk adalah yang baik dalam bentuk FDI, bukan ‘volatile’ yang destruktif,” katanya.

Menurut dia, pemberian insentif pajak seperti ini menjadi krusial dalam situasi arus modal sedang mencari ranah investasi di negara berkembang yang potensial seperti Indonesia.

Untuk itu, aliran modal itu harus dapat dimanfaatkan, tidak hanya sekedar sementara dan sewaktu-waktu dapat berbalik meninggalkan Indonesia seperti “hot money”.

(Abdul Hamid)