Mengapa Rasulullah Saw masih memikirkan akhiratnya ? padahal beliau adalah kekasih yang paling dicintai oleh Allah ta’ala ? ketahuilah bahwa beliau memikirkan masa depan umatnya, bagaimana keadaan umatnya sepeninggal beliau dan di akhirat kelak.

Maka sudah seharusnya kita menyambut cinta beliau dan meneladaninya dengan sibuk memikirkan perkara akhlak – akhirat kita.

Dari sini kita bisa memahami bahwa pada hakikatnya cinta yang tertanam dalam hati seorang hamba adalah semata-mata karena cinta Allah Swt kepadanya yang sudah terdahulu.

Begitu juga dengan cinta kita kepada Rasulullah saw. adalah karena cinta beliau telah mendahului kita namun kebanyakan kita tidak merawat benih-benih cinta itu sehingga tidak tumbuh subur di dalam hati kita bahkan membiarkannya mati.

Maka kadar besar / kecil kecintaan Allah ta’ala kepadamu adalah korelatif dengan sikap kadar kebencianmu terhadap dunia/makhluk dan sebrapa besar usahamu (ubudiyah) untuk mentaati segala perintah-Nya.

(Abdul Hamid)