Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi I DPR di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (22/10/2018). Rapat tersebut membahas penyesuaian Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Pertahanan tahun 2019 serta sejumlah isu aktual. AKTUAL/Tino Oktaviano

Jakarta, Aktual.com – Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menegaskan bahwa kasus pembunuhan 31 pekerja proyek Transpapua di Kabupaten Nduga, Papua, bukan lagi dilakukan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB), namun adalah pemberontak.

“Yang namanya bersenjata melepaskan diri namanya pemberontak. Ndak usah beralasan, yang namanya melepaskan diri adalah pemberontak,” kata Menhan usai acara “Deklarasi Merah Putih Untuk NKRI” di Pekalongan, Jawa Tengah, Sabtu.

Menhan mengatakan penanganan peristiwa itu harus dilakukan aparat Tentara Nasional Indonesia (TNI), bukan lagi kepolisian.

“Memang sama-sama (mengamankan ketertiban masyarakat), kapan polisi di depan (bertugas) dan kapan TNI itu ada peraturannya,” ujarnya, menegaskan.

Pada kesempatan itu, Menhan mengatakan kasus pengeroyokan terhadap anggota TNI oleh petugas parkir di Jakarta sebaiknya sudah dilupakan.

“Riak-riak sedikit kejadian di Jakarta, kita lupakan saja. Yang penting, ke depan gak boleh terjadi lagi,” ujarnya.

Bupati Pekalongan Asip Kholbihi mengatakan pertemuan antara ulama umaro (TNI dan Polri) bersama Menhan Ryamizard Ryacudu dapat memberikan jaminan ketahanan dan pertahanan NKRI yang lebih solid.

“Kami berharap penyelenggaraan kegiatan itu dapat meningkatkan kembali tali silaturahmi ulama antara TNI dengan Polri sebagai pilar bangsa,” tuturnya.

ant

(Nebby)