Jakarta, Aktual.com – Salah satu sifat manusia yang paling mendasar yakni bentuk kecenderungan manusia adalah menunjukkan eksistensinya. Karena dalam diri mereka terdapat unsur ketuhanan sehingga nampak dalam sikap dan salah satu tujuan mereka adalah mencari kemuliaan dalam kehidupan baik keluarga maupun bermasyarakat.

Mencari kemuliaan adalah sah, selama kemuliaan yang dicari berdasarkan hal-hal yang diridhoi Allah Swt dan dengan cara yang dibenarkan oleh agama. Karena kemuliaan tersebut bisa menjadi pencerahan bagi manusia lanya, sehingga merekapun akan mengikutinya.

Dalam Alqur’an surah Fathir ayat 10 Allah Swt berfirman :

مَنْ كَانَ يُرِيدُ الْعِزَّةَ فَلِلَّهِ الْعِزَّةُ جَمِيعًا ۚ إِلَيْهِ يَصْعَدُ الْكَلِمُ الطَّيِّبُ وَالْعَمَلُ الصَّالِحُ يَرْفَعُهُ ۚ وَالَّذِينَ يَمْكُرُونَ السَّيِّئَاتِ لَهُمْ عَذَابٌ شَدِيدٌ ۖ وَمَكْرُ أُولَٰئِكَ هُوَ يَبُورُ

Artinya “Barangsiapa yang menghendaki kemuliaan, maka bagi Allah-lah kemuliaan itu semuanya. Kepada-Nya-lah naik perkataan-perkataan yang baik dan amal yang saleh dinaikkan-Nya. Dan orang-orang yang merencanakan kejahatan bagi mereka azab yang keras. Dan rencana jahat mereka akan hancur.” ( QS. Fathir ayat 10 )

Dari ayat tersebut menerangkan bahwa mencari kemuliaan hendaknya dengan cara cara yang benar, yaitu dengan jalan taat kepada Allah Swt sebab kemuliaan yang hakiki hanya milik Allah Swt.

(Andy Abdul Hamid)