Jamaah calon haji asal Kabupaten Tegel antre menunggu pembagian visa di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Jawa Tengah, Selasa (9/8). Menurut data Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Asrama Haji Donohudan, Boyolali, sebanyak 9.124 calon haji asal Jawa Tengah dan DIY yang belum mendapatkan visa dan hingga kini masih dalam proses penyelesaian. ANTARA FOTO/ Aloysius Jarot Nugroho/ama/16.

Jakarta, aktual.com – Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin berharap kuota tambahan haji tahun ini sebanyak 10.000 kuota bisa berlaku permanen pada tahun-tahun selanjutnya.

“Ya kalau harapan kita tentu seperti itu (berlaku permanen) tapi bagaimana pun ini terkait dengan kebijakan Saudi Arabia,” kata Menag Lukman Hakim Saifuddin dalam acara Pembekalan Petugas Media Center Haji 1440 H/2019 di Kantor Kementerian Agama Jakarta, Selasa (25/6).

Kuota haji tahun ini sebelumnya sebesar 221.000 kemudian ditambah 10.000 pada awal tahun ini menjadi 231.000 kuota.

Menag mengatakan saat ini Pemerintah Indonesia berupaya agar kuota bagi jamaah haji Indonesia terus bertambah.

“Kami Pemerintah Indonesia terus berupaya agar kuota kita bisa terus membesar,” katanya.

Meskipun, lanjut dia, penambahan kuota tersebut berdampak signifikan terhadap persiapan pelayanan termasuk untuk penerbangan, penginapan, katering, hingga transportasi lokal.

Terlebih kapasitas di Mina berikut fasilitas pendukungnya dan hotel-hotel di Arab Saudi juga perlu untuk ditambah, ujarnya.

Untuk itu, penambahan kuota bukan sekadar terkait dengan kebijakan internal Pemerintah Indonesia melainkan juga Pemerintah Arab Saudi dan kesiapan mereka untuk menerima lebih banyak jamaah.

Namun, Menag menegaskan antrean jamaah haji di Indonesia semakin panjang sehingga perlu kuota yang banyak agar daftar tunggu tidak terus bertambah dan masyarakat menunggu semakin lama.

“Karena kan antrean jamaah haji kita juga semakin panjang sehingga harapan kita penambahan kuota ini bisa kita rasakan pada tahun-tahun yang akan datang,” kata Lukman.

(Zaenal Arifin)