Jakarta, Aktual.co — Manajer Tim Jetski Indonesia, Saiful Sutan Aswar menyayangkan minimnya penganggaran dari pemerintah untuk cabang olahraga (cabor) Jetski ketika berlaga di Asian Beach Games 2014 November silam.

Akibat kecilnya dana pembinaan, tim Jetski Indonesia harus menggunakan mesin jetski seadanya yang kualitasnya sulit untuk ditingkatkan.

Dikatakan pria yang akrab disapa Fully ini, untuk cabor Jetski seharusnya mempunyai delapan mesin. Empat untuk mesin jarak jauh (Endurance) dan empat untuk mesin berakselerasi. Sedangkan yang dimiliki cabor Jetski sekarang hanya empat mesin.

“Pada Asian Beach 2014 seharusnya Indonesia bisa meraih lebih dari dua emas. Itu tidak terwujud dikarenakan kendala mesin dilapangan. Jadi kami tidak bisa maksimal,” sesal Fully saat menggelar jumpa pers di Senayan, Jakarta, Jumat (12/12).

Meski begitu, lanjut Fully, cabor yang dia kelola tidak mau begitu saja pesimis dengan situasi dan kondisi dana yang mereka miliki. Hal itu dibuktikan dengan berhasilnya cabor Jetski mencapai target emas untuk Asian Beach 2014.

Seperti diketahui, pada Asian Beach lalu, cabor jetski sukses menyumbangkan dua medali emas, satu perak dan dua perunggu. Kelima medali itu didapat dari dua atlet Jetski bersaudara, Aero Aswar dan Aqsa Aswar.

“Kami jalani apa adanya dengan komitmen, fokus dan keinginan untuk kibarkan Merah Putih di level Internasional. Itu sudah terwujud, Indonesia berhasil memasuki atmosfer rivalitas yang lebih tinggi. Hal itu dibuktikan dengan masuknya Aero dan Aqsa ke jajaran atlet Jetski profesional di dunia,” tandasnya.

()