Dari kiri ke kanan Direktur Produksi Semen Gresik Joko Sulistyanto, Direktur Keuangan Semen Gresik Ginarko Isnubroto, Direktur Utama Semen Gresik Mukhamad Saifudin,Direktur Enjiniring dan Proyek Semen Indonesia Tri Abdisatrijo,CEO Global Environmental Center (GEC) Foundation Kunihiro Suga, (kedua dari kanan) Hiroshi Okuda, overseas business division energy sector JFE engineering corporation dan Kepala Bidang Kedeputian Kerjasama Ekonomi Multilateral dan Pembiayaan Kemenko Perekonomian RI, Cahyadi Yudodahono (paling kanan) saat acara kunjungan ke WHRPG di Pabrik Tuban.
Dari kiri ke kanan Direktur Produksi Semen Gresik Joko Sulistyanto, Direktur Keuangan Semen Gresik Ginarko Isnubroto, Direktur Utama Semen Gresik Mukhamad Saifudin,Direktur Enjiniring dan Proyek Semen Indonesia Tri Abdisatrijo,CEO Global Environmental Center (GEC) Foundation Kunihiro Suga, (kedua dari kanan) Hiroshi Okuda, overseas business division energy sector JFE engineering corporation dan Kepala Bidang Kedeputian Kerjasama Ekonomi Multilateral dan Pembiayaan Kemenko Perekonomian RI, Cahyadi Yudodahono (paling kanan) saat acara kunjungan ke WHRPG di Pabrik Tuban.

Jakarta, Aktual.com –  PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) membangun Waste Heat Recovery Power Generation (WHRPG) di Pabrik Tuban yang bekerjasama dengan JFE Engineering Jepang. Pembangunan tersebut dalam rangka mendukung energi ramah lingkungan.

Proyek pemanfaatan gas buang tersebut akan mengurangi emisi CO2 sebesar 122.358 ton pertahun, atau setara dengan penanaman 4.295 batang pohon trembesi di lahan seluas 96 hektar. Padahal pohon trembesi merupakan pohon terbaik dalam menyerap CO2, satu pohon trembesi mampu menyerap 28,5 ton CO2/tahun.

“Proyek WHRPG di Pabrik Tuban dilakukan di seluruh pabrik, yakni Tuban 1, 2, 3 dan 4.  Proyek yang diinisiasi pada tahun 2014 ini merupakan WHRPG terbesar di Indonesia bahkan Asia Tenggara yang mampu menghasilkan daya listrik sebesar 30,6 MW. Dalam operasionalnya, WHRPG tidak menggunakan batubara atau BBM, namun menggunakan panas dari gas buang operasional pabrik,” ujar Direktur Enjiniring dan Proyek Semen Indonesia, Tri Abdisatrijo dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (27/2).

Sementara itu CEO Global Enviromental Center (GEC) Foundation Kunihiro Suga mengaku puas dengan hasil pembangunan WHRPG di pabrik Tuban.

“Saya telah melihat sendiri  dengan naik turun tangga, Proyek ini sudah dijalankan dengan baik dan akan kami laporkan hasil tersebut ke Pemerintah Jepang,” ujarnya.

Pembangunan WHRPG Pabrik Tuban merupakan kerjasama Pemerintah Indonesia dengan pemerintah jepang melalui skema Joint Crediting Mechanism (JCM). Pemerintah Jepang memberikan subsidi sebesar US$ 11 juta untuk pembangunan WHRPG ini.

Pada hari ini, WHRPG Pabrik Tuban di kunjungi oleh CEO Global Enviromental Center (GEC) Foundation Kunihiro Suga sebagai perwakilan Kementerian Lingkungan Hidup Jepang dan Kepala Bidang Kedeputian Kerjasama Ekonomi Multilateral dan Pembiayaan Kemenko Perekonomian RI, Cahyadi Yudodahono. Kunjungan tersebut diterima oleh Direktur Enjiniring dan Proyek Semen Indonesia Tri Abdisatrijo didampingi oleh Direktur Utama Semen Gresik Mukhamad Saifudin, Direktur Produksi Semen Gresik Joko Sulistyanto dan Direktur Keuangan Semen Gresik Ginarko Isnubroto.

(Ismed Eka Kusuma)