Jakarta, Aktual.com-Survei nasional dari Organisasi Kesejahteraan Rakyat (Orkestra) November 2017 lali, memberikan gambaran tingkat kepuasan masyarakat terhadap presiden cukup tinggi ada di angka 70 prosen, tetapi nilai elektabilitasnya tidak terlalu tinggi, hanya pada angka 25 prosen. Apakah perbedaan nilai dari dua parameter ini bisa menjadi acuan nilai keberhasilan atau kegagalan Bapak Joko Widodo (Jokowi).memimpin Indonesia selama tiga tahun ini.

Jika kita coba lakukan survei sederhana dengan menggunakan mesin pencari Google akan terlihat jumlah artikel atau tulisan yang mengandung kata-kata “Jokowi berhasil” ada sekitar 1 juta artikel, sementara untuk kata kunci “Jokowi gagal” ada sekitar 700 ribu artikel.

Perbandingan sederhana ini menunjukan ada lebih banyak berita positif untuk Pak Jokowi dibandingkan berita negatif. Masyarakat mempunyai harapan besar untuk keberhasilan pak Jokowi memimpin negara ini.

Namun tidak bisa diabaikan ada masyarakat yang menyatakan Pak Jokowi gagal

Ada banyak faktor yang menyebabkan Pak Jokowi dianggap gagal diantaranya karena belum tuntasnya beliau menepati janji-janji kampanye 2014 dan juga nilai hutang negeri ini yang makin tinggi.

Persepsi masyarakat tentang dua hal ini perlu ditanggapi dengan serius oleh Pak Jokowi bersama tim kepresidenan. Banyak janji-janji kampanye terkait perbaikan ekonomi bangsa ini, perbaikan pada level negara terlihat pada naiknya pertumbuhan ekonomi dan tentunya juga perbaikan ekonomi harus bisa dirasakan masyarakat dan keluarga Bangsa Indonesia ini.

Untuk menunaikan janji kampanye, kami penerima beasiswa ke luar negeri tahun 80an dan 90an siap bantu bapak Presiden. Banyak penerima beasiswa sudah menjadi tokoh nasional ada Darmawan Prasodjo, PhD, Deputi 1 KSP, Alumni USA dan ada Poempida Hidayatulloh, PhD. Alumni Imperial College UK, dewan pengawas BPJS Ketenagakerjaan dan masih ada 2000 alumni luar negeri lainnya yang siap bantu.

Tidak perlu ahli atau professor asing dan tidak perlu mega proyek untuk membantu penyelesaian janji-janji Pak Jokowi, Bangsa Indonesia sendiri bisa mengembalikan marwah bangsa ini HUTANG bisa Negara bayar dan untuk program-program bapak, kami sebagai bagian dari masyarakat dan pekerja bisa kerjakan.

Kami hanya perlu pemimpin yang bersuara dan mengaum lantang seperti harimau Sumatra dan siap menukik tajam menghukum pencundang negeri seperti elang Jawa. Hukumlah kami yang salah dan ajak kami untuk melangkah kecil untuk saling bantu dan bergotong royong untuk negeri ini.

Kami siap bersatu layaknya pemuda-pemuda tahun 1928 menghadirkan sumpah pemuda dalam darah dan hati-hati mereka.

Kita sama-sama Bapak menghadirkan masyarakat yang sejahtera, kita semua siap ajak teman-teman kami para insinyur dan ekonom untuk berpuasa dan berkeringat untuk negeri ini.

Kami siap buat ekosistem mandiri di semua pelosok negeri ini, bangun negeri dari titik terluar dengan karya swadesi, karya bangsa ini. Program Bapak untuk pemerataan kesempatan untuk semua golongan untuk berkarya dan bekerja sudah kami rasakan. Majulah terus Pak Jokowi. Kami akan nyanyikan terus suara-suara rakyat kecil.

 

Penulis

Kuntjoro Pinardi
Wasekjen IABIE

 

 

Foto : Tempo

(Dedy Kusnaedi)