Jakarta, aktual.com – Mabes Polri “angkat tangan” terkait dengan pengakuan mantan Kapolsek Pasirwangi, Garut AKP Sulman Aziz yang menyebut Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna memerintahkannya untuk memenangkan paslon capres-cawapres nomor urut 01 Jokowi-Ma’ruf.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan pihak Polda Jabar yang akan memberi penjelasan soal pengakuan mantan Kapolsek Pasirwangi itu.

“Nanti Polda Jabar (menjelaskan). Semuanya satu narasi dari sana,” kata Brigjen Dedi di Mabes Polri, Jakarta, Senin (1/4).

Sebelumnya Kapolsek Pasirwangi AKP Sulman Aziz mengaku diperintahkan oleh Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna untuk memenangkan Jokowi-Ma’ruf di wilayahnya.

Sulman mengatakan, perintah tersebut tak hanya ditujukan untuk dirinya, tetapi kapolsek-kapolsek lainnya di wilayah Garut juga diperintahkan hal serupa.

Menurut Sulman, seluruh kapolsek di wilayah Garut pernah dikumpulkan dalam rapat dan diarahkan untuk memenangkan Jokowi-Ma’ruf. Dalam rapat tersebut, para kapolsek juga diminta mendata jumlah dukungan masyarakat terhadap capres 01 dan 02 di wilayah mereka masing-masing.

Mereka pun diancam bakal dicopot dari jabatannya bila capres-cawapres nomor urut 01 itu kalah di wilayah mereka.

Sekarang Sulman sudah dimutasi ke Polda Jabar bagian penanganan pelanggaran. Sulman menduga mutasinya disebabkan ia pernah berfoto dengan tokoh pemenangan paslon 02.

Sulman sendiri membantah berpihak ke paslon nomor urut 02.

Ant.

(Zaenal Arifin)