Karyawan memperlihatkan uang pecahan dolar Amerika Serikat di gerai penukaran mata uang asing di Jakarta, Selasa (4/9/2018). Nilai tukar Rupiah terhadap Dollar AS melemah menjadi Rp14.940 per dolar AS pada perdagangan hari ini. Indonesia punya sejarah pahit mengenai krisis moneter, yaitu yang terjadi 20 tahun silam, tepatnya pada 1998. AKTUAL/Tino Oktaviano

Jakarta, Aktual.com – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa pagi melemah tipis pasca-rilis inflasi Mei 2019 yang mencapai 0,68 persen secara bulanan (mom) atau 3,32 persen secara tahunan (yoy).

Rupiah melemah lima poin menjadi Rp14.254 per dolar AS dibanding posisi sebelumnya Rp14.250 per dolar AS

Ekonom Samuel Aset Manajemen Lana Soelistianingsih mengatakan, perkirakan inflasi Mei ini merupakan puncak inflasi dan akan cenderung melambat pada bulan-bulan selanjutnya. Secara kumulatif dari Januari sampai Mei 2019 tercatat inflasi sebesar 1,48 persen (year to date/ytd).

“Kami perkirakan inflasi tahun 2019 masih sangat aman di sekitar 3,19 persen yoy,” ujar Lana.

Dari eksternal, Presiden AS Donald Trump kembali mengancam China dengan menaikkan tarif jika Presiden Xi Jinping tidak mau melakukan pertemuan bilateral dengannya pada pertemuan G20 di Osaka, Jepang, 28-29 Juni 2019 mendatang.

(Abdul Hamid)