Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto (tengah) saat mendeklarasikan Gerakan Emas atau Gerakan Emak-Emak dan Anak Minum Susu di Stadion Klender, Jakarta, Rabu (24/10/2018). Dalam deklrasi tersebut Prabowo berjanji jika terpilih pada Pilpres 2019, akan mencanangkan Gerakan Emas sampai ke desa-desa yang merupakan rangkaian dari 'Revolusi Putih' salah satu program pasangan Prabowo-Sandiaga. AKTUAL/Tino Oktaviano

Jakarta, Aktual.com – Kubu capres-cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno tidak tersinggung dengan ucapan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tentang adanya Politikus Genderuwo. Sebab, mereka merasa tidak memainkan politik Genderuwo.

“Karena kami tidak merasa seperti itu kami tidak tersinggung sama sekali,” kata Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi, Eddy Soeparno di Media Center Prabowo-Sandi, Jalan Sriwijaya, Kebayoran Baru, Jakarta, Jumat (9/11).

Eddy Soeparno pun mengaku tidak sepakat dengan politik Genderuwo. “Bukan politisi saja, atau pihak manapun yang menebar ancaman, yang menebar ketakutan, bahkan narasi-narasi yang sifatnya dekstruktif kami tidak setuju,”katanya.

Eddy menambahkan, masyarakat juga tidak suka diancam atau ditakuti. Pasalnya, masyarakat diyakininya sudah semakin cerdas.

“Jadi itu sudah terbukti kalau orang memberikan masukan yang sifatnya itu menebar ancaman, menebar ketakutan ya, masyarakat yang sudah cerdas,” ungkapnya.

Publik akan melihat bahwa justru itu yang mereka ingin cegah, yang ingin mereka jauhi. Adapun istilah politik Genderuwo itu diungkapkan Presiden Jokowi di Tegal, Jawa Tengah hari ini.

Laporan : Fadlan Syiam Butho

(Andy Abdul Hamid)