Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman (kanan), Anggota Bawaslu RI Fritz Edward Siregar melaporkan kasus hoaks surat suara tercoblos di Gedung Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta, Kamis (3/1). Kedatangan Ketua KPU beserta komisoner dan anggota Bawaslu tersebut untuk melaporkan cuitan Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief terkait hoaks 7 kontainer berisi surat suara tercoblos. AKTUAL/Tino Oktaviano
Aktual.com – Ketua Tim Siber Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Agus Maksum menilai Komisi Pemilihan Umum (KPU) tidak konsisten menyikapi ketidaksesuaian 17,5 juta daftar pemilih tetap (DPT). 
Dia menjelaskan, bentuk inkonsistensi itu terlihat dari perbedaan pernyataan Komisioner KPU soal pemilih ‘siluman’ yang tidak sesuai. 
Adalah antara pernyataan KPU dalam rapat internal dengan BPN dan TKN Jokowi-Maruf pada tanggal 14 April lalu, dengan pernyataan mereka di depan media massa setelahnya.
“Sebelumnya kita sudah diskusi, dan KPU sudah tahu 17,5 juta yang kita persoalkan itu akhirnya mereka mengakui bahwa itu memang bermasalah,” ungkap Agus di Kantor Seknas Prabowo-Sandi, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (22/4). 
“Dan kemudian mereka hanya mengatakan dalam ruang itu, kami akan cari siapa yang buat ini dan akan kami pecat. Itu pada waktu itu,” sambung dia. 
Rapat internal itu, kata dia dihadiri oleh perwakilan TKN Jokowi-Maruf, Arya Bima. Sementara dari BPN Prabowo-Sandi diwakili oleh dirinya bersama Hashim Djojohadikusumo.
Namun selang beberapa waktu saat diwawancarai oleh TV One, KPU hanya mengatakan kalau 17,5 juta data invalid itu hanyalah salah ketik. “Tapi pada waktu diliput TV One, ketemu juga, mereka mengatakan ini salah ketik,” sesalnya. 
(Fadlan Butho)