Denpasar, aktual.com – Komisi Pemilihan Umum Kota Denpasar mencoret 48 nama warga negara asing yang masuk dalam daftar pemilih tetap untuk Pemilu 2019, setelah melalui proses verifikasi faktual.

“Kami berhati-hati untuk proses pencoretan pemilih yang terindikasi WNA. Kami tidak mau menghapus datanya dari sistem Sidalih KPU sebelum dilakukan verifikasi faktual,” kata Ketua KPU Kota Denpasar I Wayan Arsa Jaya saat bertemu dengan jurnalis  di Denpasar, Minggu (17/3).

Arsa mengemukakan 48 WNA yang dicoret dari DPT itu, sebelumnya datanya diterima dari KPU RI sebanyak 16 nama, 25 nama merupakan rekomendasi Bawaslu, dan tujuh nama informasi dari Disdukcapil.

“Dengan pencoretan dari DPT, maka jajaran penyelenggara pemilu tidak akan memberikan formulir C6 atau panggilan memilih untuk 17 April mendatang bagi WNA tersebut,” ujarnya didampingi empat komisioner KPU Denpasar lainnya itu.

Untuk jumlah pemilih dalam Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan (DPTHP-2) di Kota Denpasar yang telah ditetapkan pada 15 Desember 2018, total sebanyak 464.132 pemilih dengan jumlah pemilih laki-laki 229.500 dan pemilih perempuan 234.632 orang. Pemilih di Kota Denpasar tersebar di 1.737 tempat pemungutan suara (TPS).

Sedangkan mengenai jumlah pemilih disabilitas ada 284 orang, yakni disabilitas tuna daksa sebanyak 79 orang, tuna netra (42), tuna rungu (43), tuna grahita (53) dan disabilitas lainnya 67 orang.

“Oleh karena itu, kami sudah meminta agar sebisa mungkin tempat yang digunakan untuk pembangunan TPS menghindari gedung yang bertangga untuk memudahkan akses penyandang disabilitas,” kata Arsa.

Terkait dengan data pemilih, Arsa mengatakan masyarakat yang mengurus pindah memilih juga cukup tinggi. Berdasarkan data hingga Sabtu (16/3), KPU Denpasar sudah menerima sebanyak 2.143 pemilih yang ingin memilih di Kota Denpasar, dan 1.444 pemilih yang mengajukan pindah memilih ke luar Kota Denpasar.

“Berdasarkan ketentuan, hari ini atau 30 hari sebelum pencoblosan merupakan hari terakhir untuk pengurusan berkas bagi masyarakat yang ingin pindah memilih. Dalam beberapa hari terakhir, rata-rata ada 300 orang per hari yang mengurus pindah memilih,” ujarnya.

Ant.

(Zaenal Arifin)