Jakarta, Aktual.com- Komunitas ojek online (Ojol) yang menamakan organisasinya Forum Gabungan Roda 02 mempertegas dukungan kepada pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, pada Pilpres 2019 mendatang.
Juru Bicara Forum Gabungan Roda 02 Zulifkar, mengatakan deklarasi dukungan ini untuk mempertegas sikap komunitas ojol dalam mendukung Prabowo-Sandi menjadi Presiden periode 2019-2024.
“Deklarasi hari ini adalah penegasan sikap kita. Hari Jumat yang lalu kita juga sudah berkumpul di rumah Pak Prabowo, kita menyamapaikan beberapa poin-poin keluhan kita yang mendasar kepada beliau,” kata Zulfikar di Kantor Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Jalan Kertanegara, Jumat (14/12).
Dukungan komunitas ojol untuk Prabowo-Sandi, kata Zulfikar, sangat beralasan. Sejak 2016, dia mengungkapkan, para ojol berjuang untuk mendapatkan regulasi yang menaungi bisnis transportasi online khususnya roda dua ke berbagai kalangan termasuk pemerintah.
“Landasan kedua tepat pada 1 Mei, kita sebagaian sebagai perserta pada aksi buruh. Nah kita melihat ada harapan baru atas keberpihakan Pak Prabowo terhadap nasib buruh dengan tanda tangan kontrak politik. Ini juga menjadi penegasan kita bahwa harapan kita juga bukan keniscayaan,” sambung dia.
Terkait pidato Prabowo menyinggung banyaknya lulusan sarjana menjadi pengemudi ojol, menurut Zulfikar hal tersebut bukan penginaan melainkan sebuah fakta di lapangan. Di depan puluhan komunitas ojol yang hadir di Kantor BPN, Zulfikar memastikan pihaknya akan mengawal Pilpres 2019 dari TPS hingga kecamatan.
“Itu faktanya karena saat ini tidak ada pilihan. SDM yang ada di ojol sangat luar biasa. Tidak semua ojol lulusan SD, tapi ada juga sarjana. Apa yang disampaikan Pak Prabowo memang faktanya. Dalam data kami sebanyak 205 wadah dan komunitas ojol dan 12 ribu anggota kami siap mengawal kotak suara,” tegas dia.
Sementara itu, Anggota BPN Prabowo-Sandi, Kharisma Febriansyah mengungkapkan kedekatannya dengan komunitas ojol bukan hanya menjelang Pilpres saja. Kata dia, sebelum masa kampanye bergulir pihaknya sudah menjalin emosional baik dengan sejumlah komunitas pengemudi ojol.
“Kita sering duduk bareng, jadi bukan masalah kepentingan dukung mendukung saja, jadi kita saling merangkul, jadi posisinya kita sederajat dan memiliki hak-hak yang sama, egaliter lah dalam hal ini,” ujar Kharisma.
Yang pasti lanjut dia, dengan adanya penegasan arah dukungan dari komunitas ojol pada pilpres, bukan semata untuk kepentingan elektabilitas pasangan Prabowo-Sandi. “Jadi tidak hanya mementingkan popularitas atau pencitraan murahan tidak, bahwa kita memang sering kumpul,” ucap Kharisma.
“Oleh karena itu dengan persaudaraan ini membangun ‘sense of belonging’ dan mereka ingin Pak Prabowo mampu membuat perubahan sehingga harapan untuk cita-cita koperasi keadilan distribusi ini bisa terwujud,” tandasnya menambahkan.
Laporan : Fadlan Syiam Butho
(Zaenal Arifin)